Mudik ke Palembang, Ada Tradisi Unik Saat Lebaran
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Pulang Kampung

Mudik ke Palembang, Ada Tradisi Unik Saat Lebaran

- detikTravel
Kamis, 25 Jul 2013 17:12 WIB
Mudik ke Palembang, Ada Tradisi Unik Saat Lebaran
Kecantikan Jembatan Ampera pada malam hari (AdrianFajriansyah/d'Traveler)
Palembang - Pulang kampung saat Lebaran, biasanya selalu ada tradisi khas suatu daerah yang masih dipertahankan. Seperti mudik ke Palembang, traveler akan menemukan tradisi unik saat Lebaran.

Di Palembang, tidak ada perbedaan dalam merayakan Lebaran antara yang miskin dan kaya. Mereka sama-sama menyediakan ketupat dengan ayam opor. Ini merupakan salah satu dari syarat utama yang wajib ada di setiap keluarga di Palembang seperti yang dihimpun detikTravel, Kamis (24/7/2013).

Syarat utama lainnya yang harus disediakan mereka antara lain makanan, mulai dari ketupat dengan opor ayam, rendang daging sapi, pempek, kue basah, kue kering, minuman kaleng atau botol, hingga pakaian baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarat ini wajib disiapkan baik dari keluarga kaya maupun miskin di Palembang. Bukan itu saja, setiap rumah harus menyiapkannya bukan hanya untuk keluarga, melainkan juga bagi para tamu yang datang ke rumah. Hal ini berlangsung selama sepekan.

Inilah mengapa tradisi merayakan Lebaran di Palembang dapat dikatakan cukup mahal. Sebuah keluarga dengan dua anak setidaknya harus menyediakan uang minimal Rp 5 juta untuk merayakan lebaran.

Biaya ini sudah termasuk sekitar Rp 1,5 juta untuk membeli makanan seperti ketupat, opor ayam atau bebek, rendang, pempek, dan kue basah atau kering. Lalu tradisi lainnya, setiap anggota keluarga harus memiliki pakaian baru, sarung baru, sepatu baru, dan sandal baru.

Tradisi membeli pakaian baru tiap kali lebaran ini bukan dimaksudkan untuk berfoya-foya. Namun dalam pengertian wong Palembang, artinya pakaian tersebut memang dipakai selama setahun.

Selain itu, sama seperti tradisi di beberapa daerah lainnya, keluarga di Palembang harus menyediakan 'THR' bagi anak-anak. meski nominalnya tidak banyak, 'THR' ini harus disediakan untuk anak sendiri, keponakan, serta anak-anak yang ada di kampung.

Yang unik, keluarga di Palembang harus menyisihkan dana untuk biaya ongkos buat bertamu atau istilah dalam bahasa masyarakat setempat, bersanjo ke keluarga. Dinilai 'tidak tahu diri' jika ada keluarga yang tidak bersanjo ke rumah kerabatnya.

Bisa dibilang, bila mudik ke kampung, orang Palembang harus menyediakan dana 2-3 kali lipat. Sebuah keluarga di Palembang dinilai mampu atau kaya, harus mengeluarkan biaya yang lebih. Umumnya jika dari kalangan berada, menjadi kewajiban mereka berbagai rezeki dengan keluarga, tetangga, dan orang lain.

Jika tidak melakukannya, mereka akan dinilai kikir dan menjadi bahan omongan negatif di keluarga maupun di masyarakat. Bagaimana dengan tradisi lebaran di kota Anda?


(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads