Di Palembang, tidak ada perbedaan dalam merayakan Lebaran antara yang miskin dan kaya. Mereka sama-sama menyediakan ketupat dengan ayam opor. Ini merupakan salah satu dari syarat utama yang wajib ada di setiap keluarga di Palembang seperti yang dihimpun detikTravel, Kamis (24/7/2013).
Syarat utama lainnya yang harus disediakan mereka antara lain makanan, mulai dari ketupat dengan opor ayam, rendang daging sapi, pempek, kue basah, kue kering, minuman kaleng atau botol, hingga pakaian baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inilah mengapa tradisi merayakan Lebaran di Palembang dapat dikatakan cukup mahal. Sebuah keluarga dengan dua anak setidaknya harus menyediakan uang minimal Rp 5 juta untuk merayakan lebaran.
Biaya ini sudah termasuk sekitar Rp 1,5 juta untuk membeli makanan seperti ketupat, opor ayam atau bebek, rendang, pempek, dan kue basah atau kering. Lalu tradisi lainnya, setiap anggota keluarga harus memiliki pakaian baru, sarung baru, sepatu baru, dan sandal baru.
Tradisi membeli pakaian baru tiap kali lebaran ini bukan dimaksudkan untuk berfoya-foya. Namun dalam pengertian wong Palembang, artinya pakaian tersebut memang dipakai selama setahun.
Selain itu, sama seperti tradisi di beberapa daerah lainnya, keluarga di Palembang harus menyediakan 'THR' bagi anak-anak. meski nominalnya tidak banyak, 'THR' ini harus disediakan untuk anak sendiri, keponakan, serta anak-anak yang ada di kampung.
Yang unik, keluarga di Palembang harus menyisihkan dana untuk biaya ongkos buat bertamu atau istilah dalam bahasa masyarakat setempat, bersanjo ke keluarga. Dinilai 'tidak tahu diri' jika ada keluarga yang tidak bersanjo ke rumah kerabatnya.
Bisa dibilang, bila mudik ke kampung, orang Palembang harus menyediakan dana 2-3 kali lipat. Sebuah keluarga di Palembang dinilai mampu atau kaya, harus mengeluarkan biaya yang lebih. Umumnya jika dari kalangan berada, menjadi kewajiban mereka berbagai rezeki dengan keluarga, tetangga, dan orang lain.
Jika tidak melakukannya, mereka akan dinilai kikir dan menjadi bahan omongan negatif di keluarga maupun di masyarakat. Bagaimana dengan tradisi lebaran di kota Anda?
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib