Waktu masih menunjukan pukul 05.00 WIB, ketika kami berkumpul dalam kegelapan sambil menahan dingin di Taman Simalem Resort, Sidikalang, Sumatera Utara, Selasa (27/8/2013). Kami semua menunggu mobil kecil yang akan membawa kami ke One Tree Hill, titik tertinggi di resor ini.
Mobil pun melaju naik turun lereng perbukitan sampai kami tiba di tanah lapang dengan satu-satunya pohon yang masih ada, makanya disebut One Tree Hill. Di hadapan kami, perlahan-lahan pemandangan gelap itu mulai menunjukkan lekuk-lekuk seksinya, itulah hamparan Danau Toba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tripod dipasang, dan semua menyebar seperti tentara penembak jitu yang menunggu buruannya datang. Langit pun mulai menyemburat merah dan tangan agak-agak kebas kedinginan.
Dengan malu-malu, Sang Surya menampakan wujud bulat merahnya di batas langit. Di antara kami dan matahari, kini tampak jelas Danau Toba yang berselimut kabut.
"Mataharinya keluar tuh!" ujar para fotografer bersahut-sahutan.
Jeprat! Jepret! Jeprat! Jepret! Suara kamera terdengar, karena selain itu memang hanya suasana sunyi di bukit dengan satu pohon ini. Sunrise ini memang menggemaskan.
Selebihnya suasana yang saya rasakan adalah tenang dan damai. Saat menatap ke Danau Toba, lampu-lampu rumah di kejauhan masih menyala. Mungkin orang-orang di dalam rumah masih tidur, atau mungkin sudah bangun. Dari One Tree Hill, saya melihat pemandangan bagaikan duduk di atas awan.
Tidak salah, karena memang kemudian kabut dan awan menyapu tempat kami. Kami melihat sunrise sekitar 30 menit saja. Banyak wajah tidak puas dari para jagoan fotografi ini. Namun masih ada waktu beberapa hari lagi, sementara perut sudah bergejolak meminta diisi sarapan pagi.
(fay/sst)
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta