Mendengar pantai, pikiran traveler pasti mengawang ke Bali, Lombok, atau Kepulauan Seribu. Buka mata, Indonesia tak sebatas itu saja. Masih ada G-Land, sebuah pantai indah tanpa noda di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur.
"G-Land itu nama aslinya wilayah Grajagan. Hanya saja bule susah menyebutnya jadi dibilang G-Land," ujar koordinator lapangan Joyo's Surf Camp, Ivan kepada rombongan Raja Wisata dan detikTravel, di Pantai G-Land, Jumat (18/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh sekitar 10 jam untuk menuju Pantai G-Land yang secara geografis ada di bagian ujung timur Pulau Jawa ini. Rinciannya, perjalanan melalui pesawat dari Jakarta menuju Surabaya selama 1,5 jam dan jalan darat hampir 8 jam lebih lamanya.
"Jalanan ke G-Land memang seperti ini, tidak di aspal dan banyak bebatuan. Ini dikarenakan letaknya yang ada di dalam taman nasional sehingga untuk menjaga keasliannya," tutur Ivan.
Badan pun terasa sangat pegal setibanya di Joyo's Surf Camp, tempat saya dan rombongan bermalam. Namun, ada rasa tak sabar untuk langsung melihat Pantai G-Land yang sudah tersohor di mata dunia.
Tak jauh dari penginapan, saya melangkahkan kaki ke Pantai G-Land. Mulut seketika terkunci dengan pemandangan di depan mata. Pantai ini sangatlah cantik!
Pasir putihnya membentang luas dan panjang. Saat disapu dengan kaki, pasirnya terasa halus. Di tepian bibir pantainya, banyak bebatuan karang berwarna hitam. Tak sampai di situ, air lautnya juga sungguh jernih.
Rasa takjub belum berhenti sampai di situ. Sejauh mata memandang, tak ada secuil sampah pun saya temukan. Hutan lebat pun masih terlihat alami tanpa bangunan gedung atau rumah apapun di sekitarnya. Bahkan, saya sempat melihat babi hutan berkeliaran bebas di balik semak belukar.
Gemuruh deru ombak terdengar jelas dari kejauhan. Beberapa turis mancanegara sedang surfing rupanya. Mereka seolah tak takut dengan ketinggian ombak di Pantai G-Land yang tingginya bisa mencapai 6 meter!
"Ya, ombak di Pantai G-Land ini bisa mencapai 6 meter. Itu ada di kawasan yang namanya Kong. Tapi, hanya surfer profesional yang bermain di sana," ungkap Ivan.
Rasa lelah terbayar sudah. Saya menghabiskan sore itu dengan bersantai di tepian Pantai G-Land. Beberapa turis asing pun sibuk membaca buku atau tidur sambil berjemur. Saya sendiri, justru masih terkagum-kagum dengan Pantai G-Land.
Sekitar pukul 17.15 WIB, Ivan mengingatkan saya untuk melihat sunset. Saya kembali mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen indah tersebut. Di sebelah kiri pantai, sudah nampak jelas matahari yang seolah tenggelam di lautan.
Warna langit pun berubah menjadi kuning keemasan. Sang mentari yang berbentuk bulat terlihat jelas dengan mata telanjang. Cahayanya terpantul oleh air laut di sekitar pantai.
Pantai G-Land bakal menghipnosis siapa saja yang melihatnya dari dekat. Ah, Indonesia ternyata masih punya tempat secantik ini!
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?