Masuk Timor Leste Bisa Tanpa Paspor, Asal...

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Masuk Timor Leste Bisa Tanpa Paspor, Asal...

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 29 Okt 2013 07:50 WIB
Masuk Timor Leste Bisa Tanpa Paspor, Asal...
Gerbang resmi perbatasan Indonesia-Timor Leste (Sastri/ detikTravel)
Atambua - Sangat mungkin bagi turis masuk wilayah Timor Leste dari Indonesia tanpa harus membawa paspor dan mengurus visa. Perbatasan RI-Timor Leste di Atambua, NTT, membolehkan turis masuk sejauh 5 Km ke Bumi Lorosae itu.

Biasanya, traveler Indonesia yang masuk Timor Leste harus mengurus Visa on Arrival di Bali (jalur udara) atau Kupang (jalur darat). Biayanya USD 30 (sekitar Rp 330.000) per orang. Tapi kalau Anda hanya ingin menginjakkan kaki di negara tetangga itu, datanglah ke perbatasan RI-Timor Leste di Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

Layaknya wilayah perbatasan, terdapat kantor imigrasi dan pos polisi di kedua negara. Turis dibolehkan masuk ke wilayah Timor Leste, dengan catatan, harus dikawal polisi perbatasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak perlu kuatir, para polisi dan penjaga pintu perbatasan ini sangat ramah. Mereka juga sudah biasa mengantar wisatawan masuk ke dalam wilayah Timor Leste.

Jodi adalah nama polisi perbatasan yang menemani detikTravel dan rombongan Kemenparekraf masuk ke wilayah Timor Leste. Mengenakan kaus polisi dan kacamata hitam, Jodi duduk di bangku depan mobil agar terlihat oleh para penjaga perbatasan.

"Kita hanya boleh masuk sejauh 5 Km, sampai benteng peninggalan Portugis," tutur Jodi, Sabtu (26/10/2013).

Siang itu sangat terik, suhunya mencapai 39 derajat Celcius. Namun para petugas perbatasan tampak tak ambil pusing dengan panas yang menyengat itu. Meski berpeluh keringat, mereka masih menyapa tiap traveler yang datang, menyunggingkan senyum tulus.

Sebelum masuk wilayah Timor Leste, Jodi mampir ke beberapa kantor untuk melapor. Imigrasi, bea cukai, dan tentu saja polisi perbatasan di wilayah Timor Leste.

Tak butuh waktu lama, kami pun memasuki wilayah perbatasan. Rupanya kawasan itu langsung menghadap lautan. Sebuah jembatan putih, bertuliskan Timor Leste di bagian atasnya, menjadi batas resmi antara kedua negara.

Pemandangan setelahnya? Tak jauh berbeda dengan lanskap yang kami lewati sebelumnya. Hutan gersang dengan rumah penduduk atau warung di pinggirnya. Jarak antar rumah cukup jauh, mayoritas pemandangan didominasi pepohonan kering. Beberapa sapi atau babi tampak asyik mengenyam rumput. Bunga bougenville, mayoritas berwarna merah, mempercantik halaman tiap rumah.

Usai berhenti sejenak di benteng peninggalan Portugis, kami kembali ke wilayah Indonesia. Jodi kembali mampir-mampir untuk melapor rombongan sudah kembali dalam kondisi lengkap.

Biaya yang dikeluarkan untuk trip ini? Tak ada sama sekali. Tapi Anda bisa memberi sedikit uang untuk orang yang menemani.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads