Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Nov 2013 18:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Inilah Jembatan Penuh Tragedi di Baturraden

detikTravel
Bekas tempat jembatan yang rubuh dan jembatan yang baru (Tara/detikTravel)
Bekas tempat jembatan yang rubuh dan jembatan yang baru (Tara/detikTravel)
Purwokerto - Sebuah jembatan di Baturraden, Purwokerto, pernah menggoreskan cerita menyedihkan. Jembatan gantung di sana pernah roboh dan menewaskan 9 traveler. Namun kini, jembatan baru lebih kokoh dan lebih aman untuk wisatawan.

Objek wisata Baturraden termasuk salah satu lokasi tamasya di Purwokerto yang menyenangkan bersama keluarga serta pasangan. Di dalamnya terdapat jembatan gantung yang dulu menjadi favorit para traveler. Namun kini jembatan tersebut telah dirombak sejak tragedi menyedihkan di 2006 silam.

Jembatan gantung Baturraden pernah roboh tepat di hari kedua Idul Fitri tahun 2006. Robohnya jembatan itu menewaskan sembilan orang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka. Bagaimana tidak, di bawah jembatan terdapat batu-batu kali besar juga runcing. Kabarnya tali jembatan putus akibat kelebihan bobot.

Ketika detikTravel bersama Santika Hotels & Resorts mengunjungi Lokawisata di Kabupaten Banyumas, Purwokerto itu beberapa waktu lalu, tampak jembatan dibuat sangat kokoh dengan cat merah yang sudah pudar. Jembatan dibuat dari beton demi keselamatan para wisawatan yang ingin menikmati keindahan alam Baturraden dari ketinggian.

Sayangnya detikTravel tidak bisa melihat secara langsung pemandangan dari atas jembatan karena hujan deras kala itu. Saya hanya dapat menyaksikannya dari kejauhan, tepatnya di dekat patung dua naga dengan tulisan 'Baturraden'. Ternyata patung dua naga berwarna hitam juga memiliki cerita yang berhubungan dengan jembatan.

Dengan memakai mantel hujan serta payung besar, Deskart Sotyo Djatmiko selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Banyumas, sedikit bercerita kepada detikTravel. Konon katanya, patung dua naga itu merupakan simbol penjaga kolam di bawah jembatan merah. Kolam di Baturraden dijaga oleh dua ular raksasa. Namun cerita itu kerap dianggap mistis yang hanya dipercaya oleh orang-orang zaman dahulu.

Di balik semua cerita itu, keindahan dan panorama Baturraden tetap memukau para traveler. Pemandian air panas, tujuh curug di dalamnya, tersedianya waterpark, hingga taman wisata, selalu menarik perhatian para turis lokal maupun internasional saat berlibur ke Kota Mendoan ini.



(shf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED