Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Des 2013 12:47 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Misteri Batu Berwajah Manusia di Pulau Samosir

detikTravel
Batu berwajah manusia di situs Pagar Batu (Agnes/detikTravel)
Batu berwajah manusia di situs Pagar Batu (Agnes/detikTravel)
Samosir - Menjelajahi tiap daerah di Pulau Samosir, Sumatera Utara tak pernah ada habisnya. Jika Anda punya gairah petualangan, datanglah ke situs megalitikan Pagar Batu. Ada batu berwajah manusia di sana. Penasaran?

Situs megalitikum Pagar Batu letaknya di Pardomuan Lottung, Kecamatan Simanindo, Samosir. Di atas bukit dari dermaga, terdapat sebuah situs megalitikum bekas perkampungan masa lalu.

Kapal rombongan detikTravel mendarat di dermaga Pulau Samosir, sekitar pukul 17.00 WIB sore pekan lalu itu. Suara anjing menggonggong menyambut kami. Keluarga generasi keempat dari marga Situmorang menjadi pemandu kami.

Dari rumahnya di bawah bukit, kami treking selama 10 menit. Selama di perjalanan, tak ada rumah warga di sana. Hanya ada pepohonan rindang dan beberapa bebatuan sebesar tubuh manusia.

Jalanan tinggal mengikuti jalan setapak yang sudah ada. Ketika sampai di atas bukit, bebatuan besar setinggi rumah tampak di sana. Itulah yang bernama situs megalitikum Pagar Batu.

Di situs terdapat beberapa bebatuan. Di antaranya sebagai tempat penggilingan padi yang di atasnya ada 3 bentuk lesung, batu paling besar tempat tengkorak Opputarhua Situmorang disebut bakurak, gua tempat persembunyian, dan ruang persidangan.

Uniknya, di bebatuan persidangan terdapat empat wajah di tiap sisi batu. Bentuk wajah itu begitu jelas muncul di batu tersebut. Entah apa arti dan maksudnya. Serta di sekeliling kampung, ada benteng pertahanan yang juga terbuat dari batu dan tingginya hampir 15 meter.

"Ini bekas perkampungan dari zaman sebelum Belanda. Saya generasinya ke-4," kata Restauli Situmorang.

Restauli menceritakan bagaimana asal muasal dari adanya situs ini. Kampung ini sudah ada sejak 1800-an. Saat itu, opung dari Restauli membangun sebuah perkampungan Batak.

Di ujung dekat pintu masuk kedatangan kami terdapat batu bulat dan di dalamnya tampak seperti bak. "Itu tempat cuci kaki bagi tamu yang masuk," ujarnya.

Agar jika ada yang berniat kurang bagus, misalnya mencuri atau memperkosa, akan ketahuan. Karena, perut mereka akan langsung membesar.

Pada 1970, beberapa keluarga yang tadinya tinggal di sekitar situs, memutuskan untuk pindah. Menurut Restauli, hal itu karena susah membawa hasil bumi yang ada di bawah bukit dan susah air.

"Karena alasan itulah, kami turun ke bawah dan meninggalkan tempat sakral ini," ujarnya. Nah, jika gemar destinasi unik, situs megalitikum Pagar Batu layak masuk dalam agenda liburan Anda selanjutnya.



(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED