Jika menyusuri dermaga di Kecamatan Payung-payung, Pulau Maratua, Anda akan melihat sebuah gubuk berisi aneka dagangan. Mulai dari minuman bersoda, snack, telur ayam, dan lain-lain. Gubuk ini tak tampak seperti warung, dan proses jual-belinya cukup ramai. Penasaran, detikTravel pun menyambangi gubuk ini beberapa waktu lalu.
"Ini mau ada pasar malam," tutur Herman (42), salah satu pedagang di sana. Membayangkan ramainya pasar malam, saya pikir akan cukup seru kalau mengikutinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, para pedagang ini tidak akan menggelar lapak hanya di lokasi tersebut. Mereka akan membawa barang-barang itu ke perahu, menjualnya dari dermaga ke dermaga. Pulau ke pulau.
Rupanya, para pembeli memang sudah siap menunggu di dermaga. Beberapa pelanggan Herman dan teman-temannya ini membeli aneka barang untuk dijual kembali di warung masing-masing. Selain warga lokal, sasaran mereka tentu saja para turis.
Tak mudah mendapatkan barang-barang dagangan ini. Herman mengaku, barang dagangan itu dibelinya dari Sulawesi. Ia pun menempuh perjalanan laut hingga 8 jam. Hebatnya, hal itu rutin ia lakukan kalau persediaan barang mulai menipis.
Lewat distribusi yang menguras tenaga itu, apakah harga barang dagangannya akan melambung jauh? Jawabannya adalah: tidak. Bisa dibilang, penduduk di Pulau Maratua tak komersil terhadap turis. Harga dagangannya pun tak berbeda jauh dengan aslinya.
Pasar malam keliling ini rutin dilakukan oleh masyarakat Kepulauan Derawan. Tapi rupanya malam itu, ada pasar malam yang tidak nomaden di Pulau Maratua. Ini terbilang langka, karena menurut warga, pasar malam menetap tak rutin dilakukan. Warga menjual aneka barang mulai dari pakaian sampai peralatan sekolah.
Masih di Pulau Maratua, rupanya sedang ada pembangunan bandara. detikTravel sempat singgah untuk melihat, sejauh mana perkembangan pembangunan bandara di Maratua. Rupanya aspal untuk landasan pesawat sudah mulai dibuat. Jarak antara bandara dan dermaga tidak jauh, hanya 5 menit naik motor.
Kecamatan Payung-payung dihuni sekitar 600 penduduk. Kecamatan ini punya karang besar di tepi pantai, yang bentuknya mirip payung. Inilah yang menjadi cikal bakal nama Payung-payung.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok