Asinan & 6 Street Food Menggoyang Lidah di Bogor

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Street Food

Asinan & 6 Street Food Menggoyang Lidah di Bogor

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 02 Jan 2014 17:10 WIB
Asinan & 6 Street Food Menggoyang Lidah di Bogor
(detikFood)
Bogor - Bogor disebut-sebut sebagai surganya street food atau makanan pinggir jalan. Berikut, adalah 7 makanan pinggir jalan khas Bogor yang dijamin menggoyang lidah.

Jalan-jalan ke Bogor, berarti saatnya berwisata kuliner. Disusun detikTravel, Kamis (2/1/2014) inilah 7 street food di Bogor yang bisa membuat Anda ketagihan:

1. Roti unyil

(bogor.net)
Apa street food khas Bogor dan selalu jadi oleh-oleh? Roti Unyil jawabannya. Yang terkenal, adalah Roti Unyil Venus yang beralamat di Jl Pajajaran Komp Ruko V-Point No 1. Roti ini punya ciri khas berbentuk unyil alias kecil atau mini.

Rasanya bermacam-mavcam, ada rasa pisang keju, cokelat, sosis, srikaya, abon, dan masih banyak lagi. Ada baiknya Anda membeli roti unyil mulai pukul 09.00 WIB pagi, karena kalau sudah sore biasanya roti unyil di sana sudah habis diburu.

2. Pepes sagu

(Afif/detikTravel)
Di Jl Suryakencana atau tepat di depan Kebun Raya Bogor, ada banyak makanan pinggir jalan yang menggoyang lidah. Salah satunya adalah pepes sagu yang dijual pada gerobak besar berwarna biru di pinggir jalan.

Ada tiga rasa favorit pepes sagu yang digemari traveler, yakni pepes sagu pisang keju, keju, dan nangka. Sagunya terasa lembut saat dikunyah dan wangi. Nyam!

Pepes sagu ini bisa Anda temukan mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Satu pepes sagu dipatok seharga Rp 3.500 saja. Murah meriah bukan?

Β 

3. Bakso kikil Pak Jaka

(Afif/detikTravel)
Satu lagi street food yang bisa Anda temukan di Jl Suryakencana, yaitu bakso kikil Pak Jaka. Bakso ini tersohor karena rasa baksonya yang enak dan dagingnya banyak.

Untuk harga satu porsinya adalah Rp 10 ribu kalau hanya bakso saja. Jika ditambah dengan kikil, maka harganya Rp 17 ribu. Bakso ini lebih nikmat saat disantap selagi panas. Kuahnya mantap!

4. Lumpia Bogor

(Afif/detikTravel)
Tak hanya Semarang saja yang punya lumpia, Bogor pun punya lumpia yang terkenal enaknya. Street food ini pun juga bisa Anda temukan di Jl Suryakencana.

Lumpia ini beda dengan lumpia pada umumnya. Jika lumpia biasanya menggunakan rebung, maka lumpia yang bisa Anda temukan di Jl Suryakencana memakai bengkoang. Harga satuannya adalah Rp 9 ribu dan ukurannya pun besar.

5. Laksa Bogor

(Shafa/detikTravel)
Belum sah ke Bogor kalau belum coba Laksa Bogor. Bahkan, Laksa Bogor ini masuk dalam 30 ikon kuliner Indonesia yang sudah ditetapkan oleh Kemenparekraf.

Anda bakal mudah menemukan Laksa Bogor saat melancong ke Kota Hujan tersebut, seperti di Taman Surya Kencana. Laksa Bogor terdiri dari ketupat, soun, dan toge, serta ditambahkan dengan telur, oncom bereum dan daun kemangi. Kuah santannya pun dijamin sedap!

6. Bir kocok

(Afif/detikTravel)
Kalau Jakarta punya bir pletok, maka Bogor punya bir kocok. Bir kocok ala Bogor ini terbuat dari jahe, kayu manis, gula pasir, dan gula aren.

Bir kocok disajikan dingin dengan es batu. Meski begitu, rasa hangat yang berasal dari komposisinya tidak hilang. Enaknya lagi, rasa hangatnya sangat terasa di dada. Mantap!

Satu harga bir kocok hanya Rp 3 ribu saja. Kalau untuk oleh-oleh dalam satu botol sirup, harganya hanya Rp 10 ribu. Tenang saja, bir kocok ini tak memabukan.

7. Asinan Gedung Dalam

(detikFood)
Asinan Gedung Dalam adalah street food yang tersohor dari Bogor dan disebut-sebut paling legendaris. Anda bisa menemukannya di Jalan Siliwangi No 27 C dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Anda bisa melahap asinan sayur atau buah di sana. Asinan buah biasanya terdiri dari jambu, bengkoang, ubi merah, pepaya, mangga, dan masih banyak lagi. Untuk asinan, terdiri dari tauge, kol, kacang, dan lain-lain. Asyiknya, Asinan Gedung Dalam ini rasanya segar dan tanpa bahan pengawet lho! Harga per bungkus asinannya sekitar Rp 15 ribu saja.
Halaman 2 dari 8
Apa street food khas Bogor dan selalu jadi oleh-oleh? Roti Unyil jawabannya. Yang terkenal, adalah Roti Unyil Venus yang beralamat di Jl Pajajaran Komp Ruko V-Point No 1. Roti ini punya ciri khas berbentuk unyil alias kecil atau mini.

Rasanya bermacam-mavcam, ada rasa pisang keju, cokelat, sosis, srikaya, abon, dan masih banyak lagi. Ada baiknya Anda membeli roti unyil mulai pukul 09.00 WIB pagi, karena kalau sudah sore biasanya roti unyil di sana sudah habis diburu.

Di Jl Suryakencana atau tepat di depan Kebun Raya Bogor, ada banyak makanan pinggir jalan yang menggoyang lidah. Salah satunya adalah pepes sagu yang dijual pada gerobak besar berwarna biru di pinggir jalan.

Ada tiga rasa favorit pepes sagu yang digemari traveler, yakni pepes sagu pisang keju, keju, dan nangka. Sagunya terasa lembut saat dikunyah dan wangi. Nyam!

Pepes sagu ini bisa Anda temukan mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Satu pepes sagu dipatok seharga Rp 3.500 saja. Murah meriah bukan?

Β 

Satu lagi street food yang bisa Anda temukan di Jl Suryakencana, yaitu bakso kikil Pak Jaka. Bakso ini tersohor karena rasa baksonya yang enak dan dagingnya banyak.

Untuk harga satu porsinya adalah Rp 10 ribu kalau hanya bakso saja. Jika ditambah dengan kikil, maka harganya Rp 17 ribu. Bakso ini lebih nikmat saat disantap selagi panas. Kuahnya mantap!

Tak hanya Semarang saja yang punya lumpia, Bogor pun punya lumpia yang terkenal enaknya. Street food ini pun juga bisa Anda temukan di Jl Suryakencana.

Lumpia ini beda dengan lumpia pada umumnya. Jika lumpia biasanya menggunakan rebung, maka lumpia yang bisa Anda temukan di Jl Suryakencana memakai bengkoang. Harga satuannya adalah Rp 9 ribu dan ukurannya pun besar.

Belum sah ke Bogor kalau belum coba Laksa Bogor. Bahkan, Laksa Bogor ini masuk dalam 30 ikon kuliner Indonesia yang sudah ditetapkan oleh Kemenparekraf.

Anda bakal mudah menemukan Laksa Bogor saat melancong ke Kota Hujan tersebut, seperti di Taman Surya Kencana. Laksa Bogor terdiri dari ketupat, soun, dan toge, serta ditambahkan dengan telur, oncom bereum dan daun kemangi. Kuah santannya pun dijamin sedap!

Kalau Jakarta punya bir pletok, maka Bogor punya bir kocok. Bir kocok ala Bogor ini terbuat dari jahe, kayu manis, gula pasir, dan gula aren.

Bir kocok disajikan dingin dengan es batu. Meski begitu, rasa hangat yang berasal dari komposisinya tidak hilang. Enaknya lagi, rasa hangatnya sangat terasa di dada. Mantap!

Satu harga bir kocok hanya Rp 3 ribu saja. Kalau untuk oleh-oleh dalam satu botol sirup, harganya hanya Rp 10 ribu. Tenang saja, bir kocok ini tak memabukan.

Asinan Gedung Dalam adalah street food yang tersohor dari Bogor dan disebut-sebut paling legendaris. Anda bisa menemukannya di Jalan Siliwangi No 27 C dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Anda bisa melahap asinan sayur atau buah di sana. Asinan buah biasanya terdiri dari jambu, bengkoang, ubi merah, pepaya, mangga, dan masih banyak lagi. Untuk asinan, terdiri dari tauge, kol, kacang, dan lain-lain. Asyiknya, Asinan Gedung Dalam ini rasanya segar dan tanpa bahan pengawet lho! Harga per bungkus asinannya sekitar Rp 15 ribu saja.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads