"Di sini tidak ada gedung-gedung pencakar langit yang menghalangi pemandangan, perfect!" ujar Personal Assistant CEO Kawasan Trans Studio Bandung, Grandy Prajayakti kepada detikTravel, Kamis malam (13/2/2014) di The Trans Luxury Hotel, Bandung.
The 18th Restaurant and Lounge berada di lantai 18. Di sinilah ada lounge berupa bangku dan meja-meja di luar ruangan, dengan kaca pembatas setinggi dada orang dewasa untuk melihat pemandangan Kota Bandung dari ketinggian.
Saat itu, waktu menunjukan sekitar pukul 22.00 WIB. Di depan mata terlihat Kota Bandung yang cantik bermandikan cahaya lampu. Benar kata Grandy, tidak ada gedung-gedung lain setinggi The Trans Luxury Hotel yang menganggu pandangan. Rasanya seperti lautan bintang!
"Tinggi tempat kita berpijak ini sekitar 80 meter," ucapnya.
Lounge di lantai 18 ini cukup luas. Saat itu, juga ada penampilan live music yang membuat suasana makin menyenangkan. Asyiknya, tata cahaya di lounge dibuat sedikit redup, jadi membuat para tamu menikmati pemandangan Kota Bandung secara nyaman.
"Kadang, di sini (lounge-red) juga dijadikan fashion show lho," kata Grandy.
Di bagian kirinya, ada yang lebih seru lagi. Di sana ada kaca pembatas yang bisa membuat Anda melihat pemandangan di bawah kaki secara jelas. Ngeri-ngeri keren!
Saya pun mengeluarkan kamera untuk memotret pemandangan Kota Bandung yang cantik dari ketinggian ini. Udaranya cukup dingin, namun itu bukan jadi halangan bagi saya dan para tamu lainnya berlama-lama di Lounge. Menurut Grandy, suasana sunrise juga tak kalah cantik. Saat itulah langitnya berwarna kemerahan.
Bagi Anda yang ingin sekalian makan malam di The 18th restaurant and Lounge, siapkan kocek mulai dari Rp 350 ribu untuk buffet. Sedangkan ala carte, mulai dari Rp 200 ribu. Itu semua belum termasuk tax dan service.
"Coba deh nembak cewek di sini, dijamin tidak akan ditolak," celoteh Grandy.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru