"Ini hasil letusan Gunung Gamalama pada tahun 1700-an. Coba bayangkan, berapa jaraknya dari puncak gunung sampai ke pantai," demikian kata Manajemen Intern Departemen Komunikasi BI Rusli Ahmad, yang lahir dan besar di Ternate kepada detikTravel dan wartawan lain saat berkunjung ke Batu Angus, Sabtu (15/3/2014) lalu.
Gunung Gamalama memang pernah meletus besar pada tahun 1775. Dampak letusannya sampai melenyapkan satu desa dan menimbulkan ratusan korban jiwa.
Batu-batu hitam itu berbongkah-bongkah besar, tingginya rata-rata di atas 1 meter. Posisi Batu Angus ini juga berhadapan dengan Laut Maluku. Dari kejauhan juga tampak Pulau Hiri.
"Batu-batu seperti ini ada di puncak sana sampai ke sini. Jadi orang sini kalau membangun rumah cuma butuh semen, batunya sudah ada," kelakar dia sambil menunjuk Gunung Gamalama.
Tampak tanaman paku-pakuan, tumbuh di antara batu-batu hitam itu. Ada pula tanaman yang sengaja ditanam dan satu papan menunjukkan bahwa Pemkot Ternate berniat menjadikan Batu Angus di Kelurahan Kulaba itu menjadi hutan kota. Beberapa tanaman yang sudah ditanam seperti mahoni, trembesi dan beringin.
Kelak, bila pohon-pohon itu sudah besar, tentu Batu Angus akan lebih hijau dan sejuk. Maklum, panas matahari sangat terasa menyengat pada siang hari di kawasan itu.
Jalanan beton menuju Batu Angus sudah ada. Sayang minim papan petunjuk.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah