Sanggar seni Genjah Arum, Kamis (20/3/2014) malam itu begitu meriah. Nenek-nenek membuat irama musik yang menarik dengan memukul-mukul alat penumbuk padi. Cangkir-cangkir berisi kopi khas Banyuwangi dituang para barista dan beredar dalam nampan-nampan untuk para tamu.
Aneka kuliner khas Banyuwangi memanjakan lidah pengunjung. Setelah itu ada sajian utama, Tari Gandrung. Ini adalah pertama kalinya detikTravel menonton tarian khas Banyuwangi ini.
Dua orang penari yang cantik sudah bersiap. Begitu gendang ditabuh, mereka pun turun menari ke hadapan para tamu. Tari Gandrung punya gerakan menyerupai Jaipong dan Tayub. Gerakan tarian mereka memang sungguh mempesona para tamu.
Sesekali kepala mereka menengok dengan lirikan mata yang menggoda. Senyum mereka selalu tersungging menggoda. Mereka juga sesekali memunggungi para tamu sambil berlenggak-lenggok menggoyang pinggul mengikuti irama musik.
Selendang kuning cerah, dandanan cantik dan mahkota keemasan membuat para penari gandrung memiliki kecantikan yang menghipnosis. Tidak salah, karena inilah tarian untuk mempesona para tamu. Kecantikan para penari Gandrung bisa dianggap sebagai kecantikan Banyuwangi sebagai sebuah destinasi wisata.
"Tari Gandrung ini memang tarian untuk menyambut para tamu kehormatan. Dahulu para penarinya laki-laki, tapi kini ditarikan oleh perempuan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikTravel.
Nah, kalau liburan ke Banyuwangi, jangan lupa untuk menonton Tari Gandrung. Ada festival tahunan Gandrung Sewu, dimana 1.000 penari cantik menari Gandrung beramai-ramai. Siapa tahu, Anda diajak ikut menari oleh para penari cantik ini. Mana tahan!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru