Dilongok dari situs resmi Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/4/2014), Petirtaan Watugede adalah tempat pemandian raja dan putri-putri di zaman kerajaan Singosari (1222-1292). Konon, Ken Dedes juga pernah mandi di petirtaan ini.
Menengok sejarah tersebut, kini Petirtaan Watugede juga disebut dengan nama Petirtaan Ken Dedes. Diceritakan pada waktu Ken Dedes mandi, ia dijaga berlapis-lapis oleh dayang-dayangnya.
Hanya saja, Ken Arok masih bisa mengintip kemolekan tubuh Ken Dedes. Di sinilah salah satu tempat yang membuat Ken Arok semakin tergila-gila dengan Ken Dedes.
Masuk ke dalam petirtaan, wisatawan langsung dihadapkan dengan suasana yang indah, teduh dan sejuk. Lokasi pemandian yang berada di lereng gunung menciptakaan suasana senyaman demikian.
Keunikan dari petirtaan ini adalah mata air yang mengisi kolam. Air ini berasal dari mata air yang memancar dari mulut arca yang ada di dinding kolam. Air ini tidak pernah berhenti mengalir meski sedang musim kemarau.
Melihat ke pojok petirtaan, turis bisa menemukan sebuah sumur. Anda juga bisa melihat Palinggih. Palinggih adalah tempat sembahyang umat Hindu. Biasanya, sesaji diletakkan di sana.
Untuk datang ke petirtaan ini, Anda bisa berangkat ke arah stasiun kereta api Malang. Lokasinya berada di sebelah timur stasiun, tepatnya di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Malang, Jatim.
Jalan mencapai petirtaan juga bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat. Asyiknya, pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya. Anda cukup mengisi buku tamu saja.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran