Berada di jalur protokol Surabaya, Jalan Raya Darmo, Taman Bungkul adalah kebanggaan masyarakat Surabaya dan jadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri. Di taman ini terdapat arena bermain untuk anak-anak, jogging track, jalan berbatu untuk refleksi kaki, akses khusus bagi penyandang cacat, serta arena skateboard dan sepeda BMX. Tak ketinggalan, Taman Bungkul dilengkapi dengan Hot Spot Wi-Fi.
Dari situs resmi Pemerintah Kota Surabaya, Senin (12/5/2014) Taman Bungkul pernah menyabet penghargaan Asian Townscape Awards (ATA) alias penghargaan taman terbaik se-Asia dari PBB. Penghargaan itu diberikan di Fukuoka, Jepang pada November 2013 lalu.
Penilaiannya didasarkan atas fungsi sosial, rekreasi, pendidikan, dan budaya. Bahkan, Taman Bungkul menjadi satu-satunya taman di Indonesia yang pernah menyabet penghargaan tersebut.
Tak heran, Taman Bungkul menjadi salah satu incaran wisatawan saat datang ke Surabaya. Di taman inilah seluruh muda-mudi sampai orang tua berkumpul untuk berekreasi. Taman Bungkul pun jadi tempat kongkow favorit masyarakat Surabaya. Siapa yang tak betah berlama-lama bersantai di antara pepohonan rindang dan lengkap dengan sarana edukasi, olahraga dan internet gratis?
Taman Bungkul ternyata juga tempat wisata ziarah. Di sana ada makam Ki Supo atau yang dikenal dengan sebutan Sunan Bungkul. Dia adalah salah satu ulama Majapahit dan masih terhitung saudara ipar Raden Rahmad atau Sunan Ampel.
Satu lagi yang alasan wisatawan datang ke Taman Bungkul, adalah banyaknya penjaja kuliner di sekitar Taman Bungkul. Salah satu yang terkenal adalah Rawon Kalkulator. Penasaran mau coba?
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memang tidak sembarangan merenovasi Taman Bungkul pada 2006 silam. Dia menyulap Taman Bungkul menjadi ruang terbuka dan alternatif wisata khususnya bagi masyarakat Surabaya sendiri. Taman Bungkul juga disulapnya menjadi tempat pembelajaran untuk pengolahan air dan pengolahan sampah.
Usut punya usut, dana revitalisasi untuk taman seluas 10.000 meter persegi tersebut menghabiskan biaya mencapai Rp 1,2 miliar. Dana yang dirasa setimpal dengan capaian prestasi Taman Bungkul.
Wajar saja, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau yang biasa dikenal Risma begitu marah ketika Taman Bungkul menjadi rusak gara-gara acara bagi-bagi es krim gratis oleh Wall's Ice Cream. Betapa tidak, tanaman-tanaman di sana mati dan kerugian ditaksir jutaan rupiah.
PT Unilever sebagai induk perusahan Wall's Ice Cream sudah meminta maaf atas perusakan Taman Bungkul. Namun, Risma tidak menunggu PT Unilever untuk memperbaiki Taman Bungkul. Risma turun tangan langsung bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk mengebut perbaikan Taman Bungkul sepanjang Senin pagi ini..
Terlepas dari itu, kejadian di Taman Bungkul jadi pelajaran dan peringatan penting untuk wisatawan. Wisatawan yang jalan-jalan ke taman tentu harus memperhatikan aspek kebersihan. Mulai dari yang kecil saja, seperti tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menginjak rumput dan tanaman.
Semoga Taman Bungkul kembali menjadi rindang dan elok dilihat lagi!
(aff/aff)










































