Salah satu alasan wisatawan mendaki Gunung Ijen di Banyuwangi yang punya ketinggian 2.443 mdpl adalah, ingin melihat api biru di bagian kawahnya. Tak hanya wisatawan dalam negeri, tapi wisatawan mancanegara juga berbondong-bondong ingin melihatnya.
"Api biru bisa dilihat semenjak matahari tenggelam sampai matahari kembali terbit. Patokannya kalau ada matahari, api itu akan hilang," ujar Bagian Lapangan dari Dinas Pariwisata Banyuwangi, Sofyan Yudianto yang menemani rombongan tim adventure dari Explore Indonesia: Tour Banyuwangi beberapa waktu lalu saat mendaki Gunung Ijen.
Explore Indonesia: Tour Banyuwangi adalah program liburan detikTravel untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. Program ini didukung oleh Garuda Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Terkait api biru, Sofyan memberikan fakta seputar api biru yang jarang diketahui wisatawan. Menurut pria yang sudah cukup sering mendaki Gunung Ijen ini, api biru di Kawah Ijen ternyata bukanlah api.
"Itu adalah fenomena alam, yakni gas yang keluar dari tanah bertemu dengan oksigen. Tapi, itu justru terlihat seperti api berwarna biru," ungkapnya.
Memang, jika dilihat dari dekat api biru di Kawah Ijen seperti api biru yang Anda sering lihat di kompor gas. Sofyan bertutur, sudah banyak yang meneliti api biru tersebut oleh peneliti dari berbagai negara.
"Sekitar tahun 2010-an, ada seorang peneliti dari Universitas Geneva di Swiss. Dia meneliti selama 3 hari dengan cara hanya memakai masker dan kacamata hitam, lalu tidur di bebatuan di sekitar kawah. Itu memang bukan api, tapi terlihat menyala seperti api," papar Sofyan.
Meski demikian, wisatawan tampaknya tak mempersoalkan soal asal usul api biru di Kawah Ijen. Toh, fenomena api biru sudah dikenal oleh wisatawan dunia. Apalagi, jadi kebanggaan wisatawan Indonesia karena fenomena api biru hanya ada dua di dunia, yang satu lagi berada di Islandia.
"Waktu terbaik untuk melihat api biru adalah pada dini hari sampai pukul 05.00 pagi. Sebab saat itu, oksigennya sangat bagus dan api birunya terlihat sempurna," pungkas Sofyan.
Asal tahu saja, fenomena api biru di Kawah Ijen pertama kali dilihat masyarakat sekitar pada tahun 1950-an. Anda yang ingin melihat api biru, silakan mendaki Gunung Ijen yang ada di Banyuwangi.
Mau tahu serunya petualangan di Banyuwangi? Tonton dulu video berikut ini:
Β
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang