5 Fakta Menarik Tentang Masjid Istiqlal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

5 Fakta Menarik Tentang Masjid Istiqlal

- detikTravel
Selasa, 15 Jul 2014 15:30 WIB
5 Fakta Menarik Tentang Masjid Istiqlal
(Afif/detikTravel)
Jakarta - Masjid terbesar se-Asia Tenggara hingga kini masih Masjid Istiqlal di Jakarta, yang mampu menampung ratusan ribu jamaah. Kalau mau ngabuburit Ramadan, ayo lihat Istiqlal dari dekat dan kenali fakta uniknya!

Bulan Ramadan paling pas diisi dengan kegiatan wisata religi. Bagi wisatawan asal Jakarta, tak perlu jauh-jauh pergi ke luar daerah kalau tak punya banyak waktu. Datang saja ke Masjid Istiqlal yang ada di wilayah Jakarta Pusat.

Disusun detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (15/7/2014) berikut 5 fakta masjid Istiqlal yang mungkin Anda belum tahu:

1. Istiqlal artinya merdeka

(Afif/detikTravel)
Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti merdeka. Masjid ini memang diprakasai oleh KH Wahid Hasyim dan Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam pada tahun 1950-an. Mereka ingin membangun sebuah masjid untuk mengenang jasa para pahlawan yang kebanyakan umat Muslim.

Tak sampai di situ, Presiden Soekarno kala itu juga ternyata ikut turun tangan membantu pembangunan Masjid Istiqlal. Masjid ini seolah menjadi simbol kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.

2. Bung Karno dan Bung Hatta berdebat soal letak Masjid Istiqlal

(Afif/detikTravel)
Ada perdebatan sengit soal penempatan Masjid Istiqlal pada awal mula akan dibangun. Yang berdebat pun bukanlah orang sembarangan, melainkan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta.

Sejarah menceritakan, Bung Hatta ingin Masjid Istiqlal ada di wilayah HI yang saat itu masih berupa kebun dan rawa-rawa. Tapi Bung Karno menolak, dia gigih ingin membangun Masjid Istiqlal di wilayah pusat kota yakni di tempatnya seperti sekarang ini sebab lokasinya strategis.

Benar saja pendapat Bung Karno. Masjid Istiqlal benar-benar terletak strategis, yaitu di pusat kota dan dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah lainnya, seperti Gereja Katedral, Monumen Nasional, dan Stasiun Gambir.

3. Luas 9 hektar dan menampung 200 ribu jamaah

(Afif/detikTravel)
Situs resmi pariwisata Indonesia menyebut, Masjid Istiqlal yang sudah dibuka sejak tahun 1978 silam hingga kini masih menjadi masjid terbesar se-Asia Tenggara. Luas masjidnya sendiri sekitar 9 hektar, punya 5 lantai dan mampu menampung sekitar 200 ribu jamaah.

4. Banyak simbol-simbol Islam

(Afif/detikTravel)
Tahukah Anda, ada tiap makna di tiap arsitektur Masjid Istiqlal. Ada 12 pilar di dalam masjid yang jadi simbol angka kelahiran nabi Muhammad SAW yaitu 12 Rabiul Awal. Tinggi menaranya 66,66 meter atau 6.666 cm yang menyimbolkan jumlah ayat di Al Quran. Serta ada 7 pintu masuk, yang namanya diambil dari Asmaul Husna yaitu nama-nama Allah.

5. Banyak tamu negara pernah ke Masjid Istiqlal

(Reuters)
Masjid Istiqlal adalah kebanggaan orang Indonesia, maka tak heran tamu-tamu negara atau turis mancanegara menyempatkan mampir ke sana saat datang ke Jakarta. Mereka ingin melihat dari dekat, masjid yang menjadi terbsear se-Asia Tenggara ini.

Beberapa tamu negara yang pernah datang ke Masjid Istiqlal seperti Raja Faisal dari Arab Saudi, Pangeran Charles dari Inggris, Presiden Libya Muammar Khadafi dan Presiden Barack Obama dari AS.
Halaman 2 dari 6
Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti merdeka. Masjid ini memang diprakasai oleh KH Wahid Hasyim dan Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam pada tahun 1950-an. Mereka ingin membangun sebuah masjid untuk mengenang jasa para pahlawan yang kebanyakan umat Muslim.

Tak sampai di situ, Presiden Soekarno kala itu juga ternyata ikut turun tangan membantu pembangunan Masjid Istiqlal. Masjid ini seolah menjadi simbol kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.

Ada perdebatan sengit soal penempatan Masjid Istiqlal pada awal mula akan dibangun. Yang berdebat pun bukanlah orang sembarangan, melainkan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta.

Sejarah menceritakan, Bung Hatta ingin Masjid Istiqlal ada di wilayah HI yang saat itu masih berupa kebun dan rawa-rawa. Tapi Bung Karno menolak, dia gigih ingin membangun Masjid Istiqlal di wilayah pusat kota yakni di tempatnya seperti sekarang ini sebab lokasinya strategis.

Benar saja pendapat Bung Karno. Masjid Istiqlal benar-benar terletak strategis, yaitu di pusat kota dan dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah lainnya, seperti Gereja Katedral, Monumen Nasional, dan Stasiun Gambir.

Situs resmi pariwisata Indonesia menyebut, Masjid Istiqlal yang sudah dibuka sejak tahun 1978 silam hingga kini masih menjadi masjid terbesar se-Asia Tenggara. Luas masjidnya sendiri sekitar 9 hektar, punya 5 lantai dan mampu menampung sekitar 200 ribu jamaah.

Tahukah Anda, ada tiap makna di tiap arsitektur Masjid Istiqlal. Ada 12 pilar di dalam masjid yang jadi simbol angka kelahiran nabi Muhammad SAW yaitu 12 Rabiul Awal. Tinggi menaranya 66,66 meter atau 6.666 cm yang menyimbolkan jumlah ayat di Al Quran. Serta ada 7 pintu masuk, yang namanya diambil dari Asmaul Husna yaitu nama-nama Allah.

Masjid Istiqlal adalah kebanggaan orang Indonesia, maka tak heran tamu-tamu negara atau turis mancanegara menyempatkan mampir ke sana saat datang ke Jakarta. Mereka ingin melihat dari dekat, masjid yang menjadi terbsear se-Asia Tenggara ini.

Beberapa tamu negara yang pernah datang ke Masjid Istiqlal seperti Raja Faisal dari Arab Saudi, Pangeran Charles dari Inggris, Presiden Libya Muammar Khadafi dan Presiden Barack Obama dari AS.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads