detikTravel berkesempatan mengunjungi Londa di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara dalam rangkaian acara Toraja International Festival, Selasa (12/8/2014). Inilah salah satu gua alam dengan tebing yang sangat tinggi dan masih berfungsi sebagai tempat pemakaman tertua.
Meski terbilang seram, tapi justru Anda bakal takjub setibanya di Londa. Bagaimana tidak, di depan gerbang gua saja Anda sudah disambut dengan beberapa tumpukan tengkorak manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga kok yang baru saja dikuburkan, tahun 2010 lalu," ujar Octavianus, pemandu wisata kami yang sekaligus menyewakan lampu petromak sebagai penerangan untuk menelusuri gua tersebut.
Tempat ini telah memukau banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia, baik lokal ataupun mancanegara. Seperti diketahui, setiap suku bangsa di dunia pastinya memiliki adat dan kepercayaan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah adat Toraja ini.
Sudah bukan rahasia lagi, cara masyarakat Tana Toraja (khususnya kaum bangsawan) dalam menguburkan kerabatnya adalah salah satu yang paling unik di dunia. Mulai dari serangkaian upacara pemakaman adat yang mahal (Rambu Solo) dan makam gua pada tebing-tebing yang tinggi, juga dapat Anda temui di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
"Di sini juga ada kisah Romeo and Julietnya Toraja. Mereka berdua bunuh diri dengan cara menggantungkan diri karena cintanya tak direstui orang tua," tambah Octavianus.
Lokasi Londa kurang lebih 7 kilometer dari selatan Kota Rantepao, pusat pariwisata dan akomodasi bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Oleh karena itu, Londa mudah dicapai dengan kendaraan umum seperti bemo, ojek, mobil ataupun motor sewaan.
Satu lagi, yang menjadi keunikan lainnya dipemakaman Londa ini adalah adanya jejeran patung orang-orang yang dikuburkan di sana dan disebut patung Tau-tau. Bentuknya sama persis seperti orang semasa hidupnya. Tau-tau sengaja ditaruh di teras tebing yang diberi pagar.
"Itu sebagai penanda juga anggota keluarga siapa saja yang dikubur di sana," tukasnya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah