Ini adalah kali kedua lomba trekking digelar di kawasan Danau Kelimutu, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Lomba ini merupakan salah satu bagian rangkaian Festival Danau Kelimutu yang berlangsung 7-14 Agustus 2014.
"Namun baru kali ini trekking dilaksanakan 1 hari sebelum upacara Pati Ka (upacara adat di Danau Kelimutu-red)," tutur Ketua Incita (Insan-insan Pecinta Alam) sekaligus Koordinator Lapangan Lomba Trekking Festival Danau Kelimutu, Hery Wangge sesaat sebelum upacara pembukaan di lapangan parkir Taman Nasional Kelimutu, Ende, Rabu (13/8/214).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga kelompok guru penempatan daerah terpencil, juga perwakilan dari Garuda Indonesia di Ende," tambah Hery.
Pukul 08.30 Wita, ratusan peserta sudah berkumpul di lapangan parkir Taman Nasional Kelimutu. Ini adalah titik start dilaksanakannya lomba trekking. Bupati Ende, Ir Marsel Petu membuka lomba kali ini.
"Kelimutu adalah keajaiban dunia, satu-satunya di dunia. Untuk lebih dikenal masyarakat luas, harus dimulai dari kecintaan kita sendiri," tutur Marsel.
Trekking berlanjut melewati hutan arboretum, Desa Wisata Pemo, Dusun Kopo Bhobhe, Air Terjun Murindao, kemudian finish di Aula Kafe Sa'o Ria Wisata Moni.
Jalur trekking kali ini bervariasi, dari turunan, tanjakan, sampai jalan datar. Estimasi waktu yang dibutuhkan yakni 3,5-4,5 jam.
Tiap peserta diberikan kantung plastik untuk memungut sampah apapun di jalan. Akan ada piala dan hadiah untuk pemenang 1-6 dan foto terbaik.
"Hadiahnya termasuk uang Rp 4 juta untuk pemenang pertama, dan 1,5 juta untuk pemenang keenam. Ada juga hadiah untuk foto terbaik," tambah Hery.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun