Ini Tempat Tinggal Soekarno Saat Diasingkan ke Ende
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Festival Danau Kelimutu 2014

Ini Tempat Tinggal Soekarno Saat Diasingkan ke Ende

- detikTravel
Selasa, 19 Agu 2014 15:44 WIB
Ini Tempat Tinggal Soekarno Saat Diasingkan ke Ende
Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Flores (Sastri/detikTravel)
Ende - Pada 1934-1938, Soekarno pernah diasingkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Tak tanggung-tanggung, Soekarno diasingkan ke Ende di Flores. Inilah rumah yang ditinggali Sang Proklamator selama menjadi tahanan politik di Ende.

Tepat pada 28 Desember 1933, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan surat pengasingan Bung Karno ke Ende di Flores, NTT. Soekarno yang saat itu berusia 35 tahun diasingkan bersama istrinya yakni Inggit Garnasih, mertuanya yakni Ibu Amsih, dan dua anak angkatnya yakni Ratna dan Kartika.

Pada awalnya Soekarno tidak punya rumah, hingga akhirnya ia sekeluarga tinggal di rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru. Inilah yang sekarang dikenal sebagai Rumah Pengasingan Bung Karno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah ini dihibahkan pada 1934. Waktu itu Ende masih seperti desa, belum ada aspal, bangunan masih jarang," tutur Syafrudin, penjaga Rumah Pengasingan Bung Karno kepada detikTravel saat berkunjung beberapa waktu lalu.

Rumah sederhana tersebut berada di Jalan Perwira, menghadap ke arah timur. Luas bangunannya 9 x 18 m2, dengan 3 kamar beserta beberapa ruangan di dalamnya.

"Ada kamar untuk Bung Karno, ada juga untuk Ibu Amsih dan anak angkatnya," tambah Syafrudin.

Rumah tersebut tampak sederhana, dengan halaman depan dan belakang yang cukup luas. Masuk ke bagian dalam, ada display berisi barang-barang peninggalan Soekarno termasuk surat kawin dan surat cerai dengan Inggit Garnasih.

Kamar tidur Soekarno tak bisa dibilang luas, hanya ada 1 kasur besar berkelambu di dalamnya. Begitupun dengan kamar Ibu Amsih dan anak angkatnya, hanya ada 2 kasur berkelambu lengkap dengan jendela menghadap halaman samping.

Di bagian belakang terdapat sebuah ruangan yang sering digunakan Bung Karno untuk salat dan meditasi. Konon, di dalamnya terdapat bekas 2 telapak tangan Bung Karno ketika ia bersujud. Namun ruangan tersebut terkunci, detikTravel pun tak bisa masuk.

Di halaman belakang terdapat kamar mandi, dapur, juga sumur. Tak banyak yang berubah dari bangunan tersebut. Terakhir, renovasi dilakukan saat Boediono mampir ke rumah tersebut pada 2009. Rumah yang sudah dipugar pun diresmikan kembali oleh Boediono pada 2013.

"Tepat pada Hari Kelahiran Pancasila. Sekarang rumah ini buka tiap hari mulai pukul 8 pagi," tambah Syafrudin.

Rumah Pengasingan Bung Karno pun kini terbuka lebar untuk wisatawan. Tak hanya domestik, tak sedikit turis asing yang mampir untuk melihat bukti sejarah Indonesia.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads