Jejak Kekejaman Belanda di Lubang Mbah Soero

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Kelam

Jejak Kekejaman Belanda di Lubang Mbah Soero

- detikTravel
Kamis, 21 Agu 2014 09:50 WIB
Jejak Kekejaman Belanda di Lubang Mbah Soero
Lubang Mbah Soero, seolah memasuki 'dunia lain' (Afif/detikTravel)
Sawahlunto - Gelap, dingin dan mencekam. Itulah kesan pertama yang bisa turis tangkap begitu masuk ke dalam Lubang Mbah Soero di Sawahlunto. Lubang ini dulunya dijadikan lokasi pembuangan mayat di zaman kolonial Belanda.

Adalah Sawahlunto, kota lokasi Lubang Mbah Soero berada. Sawahlunto adalah kota tua yang diisi bangunan tua. Kesan antik mendominasi suasana di Sawahlunto.

Tak cuma itu, kota ini juga terkenal dengan pemandangannya yang indah. Bukit Barisan tampak mengelilingi Sawahlunto. Jika datang di malam hari, kota tua akan tampak seperti periuk dari ketinggian. Ini karena Sawahlunto berada di lembah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun siapa sangka, di balik kecantikan yang dimiliki Sawahlunto, sebuah cerita kelam tersimpan di sana. Lubang Mbah Soero, itulah tempat dimana cerita kelam Sawahlunto berada.

Dulunya, Lubang Mbah Soero merupakan sebuah lubang tambang batu bara. Kini, Lubang Mbah Soero telah beralih fungsi menjadi objek wisata kelam.

Banyak turis datang untuk melihat bagian dalam lubang. Bukan untuk melihat tempat tambang, tapi untuk mencari tahu cerita di balik lubang panjang bekas tambang ini.

Untuk masuk ke dalam, turis harus mengenakan pakaian khusus tambang, mulai dari baju sampai topi. Setelah siap, barulah turis dipersilakan masuk dengan menaiki kereta dorong atau roli.

Aslinya, lubang Mbah Soero memiliki panjang hingga puluhan kilometer. Namun sekarang, lubang hanya boleh dimasuki hingga kedalaman 186 meter saja.

Menengok ke kanan dan kiri, Anda bisa melihat batu bara hitam yang masih menempel di dinding lubang. Hati-hati warna hitam menempel di bagian tubuh Anda, ya!

Suasana gelap dan mencekam langsung terasa begitu masuk pertama kali berada di dalam lubang. Meski begitu, Anda tak perlu takut karena turis yang datang tidak akan sendirian. Seorang pemandu akan menemani perjalanan Anda dan menceritakan sejarah Lubang Mbah Soero.

Menurut cerita, selain menjadi lubang tambang, Lubang Mbah Soero dulunya juga dijadikan tempat penyiksaan. Pada zaman kolonial Belanda, Orang Rantai sebutan untuk pekerja paksa, mengangkut batu bara dari dalam lubang dengan menggunakan kereta roli.

Selain untuk menambang batu bara, tempat ini juga dipakai untuk membuang mayat-mayat pribumi yang dieksekusi Belanda. Hii!

Menelusuri Lubang Mbah Soero berlangsung sekitar 15 menit. Setibanya di pintu keluar, Anda bisa kembali menghirup udara segar. Lubang Mbah Soero buka setiap hari Selasa-Minggu dari pukul 08.00-16.00 WIB.

Satu lagi, turis yang datang akan mendapat sertifikat setelah menelusuri Lubang Mbah Soero. Sertifikat tersebut adalah bukti Anda telah berhasil menjelajahi Lubang Mbah Soero.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads