Salah satu zona di dalam gua yang bikin traveler penasaran adalah zona gelap abadi. Di zona inilah, Anda benar-benar tidak bisa melihat setitik cahaya. Ibaratnya, Anda tidak bisa melihat jari Anda sendiri masuk ke dalam hidung.
Tahukah Anda, ternyata Banyuwangi punya Gua Istana yang memiliki zona gelap abadi. Lokasinya ada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, sekitar 2 km dari Pos Pancur yang merupakan bagian ujung timur dari Banyuwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu tiba di depan Gua Istana, Anda masih harus mendaki puluhan anak tangga untuk tiba di mulut gua. Dari informasi petugas Taman Nasional Alas Purwo dan masyarakat setempat, konon Gua Istana adalah tempat wisata ritual dengan banyak umat Hindu Bali yang datang ke sini untuk bersembahyang.
Selain itu, gua ini juga konon digunakan para petapa untuk bersemedi. Kabarnya, Gua Istana juga pernah didatangi oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Begitu tiba di mulut Gua Istana, tampak gua ini tak berbeda dengan gua lainnya. Namun yang bikin saya langsung penasaran, adalah saat melihat bagian aula gua yang begitu gelap.
Ketika saya melangkahkan kaki ke aula gua yang hanya berjarak beberapa meter dari mulut gua, suasananya benar-benar gelap gulita. Tidak ada cahaya masuk ke ruangan ini, meski kala itu cahaya matahari di luar gua sedang terik-teriknya.
Inilah yang dinamakan zona gelap abadi. Dengan tidak adanya cahaya sama sekali dan suasana yang lembab, saya dibuat sedikit merinding. Saya harus menggunakan senter untuk bisa mengetahui suasana di dalam gua. Bahkan, saya harus hati-hati melangkah agar tidak terpeleset karena tanahnya cukup basah.
Ketika saya menggunakan flash untuk memotret bagian dalam gua, tertangkap potret kursi di tengah-tengah gua. Menurut polisi hutan Taman Nasional Alas Purwo, Eko Priyanto kursi tersebut dibuat oleh umat Hindu sebagai altar.
Bagian aula Gua Istana ini cukup luas meski tapi tidak ada lorong-lorong gua di dalamnya. Di bagian gua yang berhadapan dengan pintu masuk, hanya terdapat sebuah lubang berisi air. Konon, lubang ini tersambung ke sungai yang jaraknya ratusan meter dari Gua Istana.
Di dalam Gua Istana juga terdapat tikar dan peralatan makan yang digunakan para petapa. Meski begitu, suasana di dalam gua tetap saja terasa begitu alami. Tidak ada tiket masuk ke dalam Gua Istana. Traveler hanya harus menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Sungguh, suatu pengalaman menarik sekaligus menegangkan merasakan suasana kegelapan abadi di Gua Istana. Sejauh mata memandang, semuanya berwarna hitam. Ditambah suasana dalam yang lembab, saya rasanya tak kuat kalau berlama-lama di dalam guanya.
Berani merasakan kegelapan abadi di Gua Istana di Banyuwangi ini?
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun