Panorama Pantai Permisan yang langsung terhubung dengan Laut Selatan itu terlihat indah dan khas dengan monumen pisau komando besar dan pohon kelapa di sebelahnya yang berada di batu karang, agak jauh dari bibir pantai. Batu tersebut dikenal dengan batu Syahrir.
Pantai dengan pasir putih itu biasa digunakan oleh Kopassus untuk kegiatan pembaretan, hal itu ditandai dengan gapura bertuliskan Komando dan monumen Pisau Komando di batu Syahrir. Konon pohon kelapa yang berada di samping pisau Komando tersebut memiliki keanehan karena tumbuh tegap di batu karang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak terlihat luas, pantai tersebut masih asri karena jarang ada wisatawan yang datang. Biasanya pantai Permisan selain untuk pembaretan Kopassus, juga dikunjungi oleh pembesuk narapidana di sana.
Untuk mencapai Pantai Permisan, harus menyeberang ke Pulau Nusakambangan melalui Pelabuhan Sodong dan menumpang kapal Pengayoman II. Setelah itu menggunakan armada bus dari pihak Lapas, perjalanan akan ditempuh sejauh sekitar 15 km hingga Pantai Permisan.
Dalam perjalanan itu sudah pasti akan ditemui beberapa bangunan Lapas yaitu Lapas Kembang Kuning, Lapas Batu , Lapas Besi, Lapas Permisan, dan lapas dengan sistem keamanan paling ketat, Lapas Pasir Putih.
Tidak hanya itu, kita juga disuguhi pemandangan indah antara lain bentangan sawah luas, kebun tanaman buah naga, dan hutan belantara yang asri. Terkadang akan terlihat juga napi-napi yang sudah dipercaya mengurus tanaman dan kebun di sana.
Setelah melalui Lapas Pasir Putih, tibalah di Pantai Permisan dengan deburan ombaknya yang menghantam bebatuan karang. Di sisi kiri Pantai Permisan ada tangga batu yang menghubungkan dengan Pantai Pasir Putih dan jaraknya sekitar 1 km.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama