Aneka Tingkah Para Bule di Pantai Padang-padang, Bali
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Aneka Tingkah Para Bule di Pantai Padang-padang, Bali

- detikTravel
Kamis, 02 Okt 2014 10:50 WIB
Aneka Tingkah Para Bule di Pantai Padang-padang, Bali
(Afif/detikTravel)
Pecatu - Pantai Padang-padang di kawasan Pecatu, Bali jadi tempat favorit turis mancanegara untuk liburan. Tak heran, Anda bakal lebih banyak melihat bule ketimbang wisatawan lokal. Ini 5 hal yang biasa mereka lakukan di sana.

Bule yang datang ke Pantai Padang-padang tak kenal usia, dari anak kecil sampai orang tua. Disusun detikTravel, Kamis (2/10/2014) berikut 5 tingkah para bule di pantai yang ngetop karena film 'Eat, Pray, Love' ini:

1. Berjemur

(Afif/detikTravel)
Selain Pantai Kuta dan Pantai Suluban, Pantai Padang-padang di Jl Labuan Sait, kawasan Pecatu adalah tempat para bule untuk berjemur. Mereka tinggal menggelar kain dan merebahkan diri di atas pasir pantainya.

Bule-bule yang berjemur di Pantai Padang kebanyakan berasal dari Eropa, yakni Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia. Saat bulan Agustus adalah waktu-waktunya Pantai Padang-padang dipenuhi bule yang berjemur. Bak lautan bikini!

2. Membaca buku

(Afif/detikTravel)
Saat berjemur, tak sedikit beberapa turis menghabiskan waktu dengan membaca buku. Mereka berjemur dengan posisi telungkup dan mengenakan kacamata hitam, dengan buku yang ada di depannya.

Kalau yang berjemur sambil membaca buku kebanyakan itu turis wanita. Sst... jangan diganggu ya!

3. Surfing

(Afif/detikTravel)
Pantai Padang-padang ternyata punya sisi yang gahar. Bagi turis yang suka menguji nyali, mereka ditantang untuk surfing menaklukan ombak setinggi 5 meter di sana.

Tentu saja, bukan turis sembarangan yang bermain surfing di sana. Arusnya cukup kuat dan bebatuan karang di bawah permukaan laut dapat merobek kulit.

Tapi toh, hal itu tak menyurutkan niat turis untuk bermain surfing yang kebanyakan dari mereka datang dari Hawaii dan Brasil. Bulan Maret sampai Agustus adalah waktu terbaik untuk berselancar di sana.

4. Berenang

(Afif/detikTravel)
Selain berjemur atau surfing, kebanyakan bule menghabiskan waktu di Pantai Padang-padang dengan berenang. Pantainya memang cukup landai dan airnya biru bergradasi. Airnya pun jernih lho!

Meski begitu, ada hal yang harus diingat bule. Mereka tidak boleh berenang terlalu ke tengah laut karena arusnya cukup kuat. Berbahaya bagi turis yang tak mahir berenang.

Namun tenang saja, ada life guard Pantai Padang-padang yang memperingatkan turis untuk tidak berenang terlalu ke tengah laut. Mereka akan meniup pluit dan berteriak agar turis mundur ke pesisir pantai.

5. Bermain bersama anak-anak

(Afif/detikTravel)
Tak hanya anak muda saja, turis yang datang ke Pantai Padang-padang juga ada yang membawa anggota keluarga. Kebanyakan, mereka membawa anak-anaknya untuk bermain air.

Jangan heran, ketika Anda melihat anak kecil berkeliaran di Pantai padang-padang. Bahkan, beberapa turis mengajak buah hatinya untuk belajar surfing di sana.
Halaman 2 dari 6
Selain Pantai Kuta dan Pantai Suluban, Pantai Padang-padang di Jl Labuan Sait, kawasan Pecatu adalah tempat para bule untuk berjemur. Mereka tinggal menggelar kain dan merebahkan diri di atas pasir pantainya.

Bule-bule yang berjemur di Pantai Padang kebanyakan berasal dari Eropa, yakni Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia. Saat bulan Agustus adalah waktu-waktunya Pantai Padang-padang dipenuhi bule yang berjemur. Bak lautan bikini!

Saat berjemur, tak sedikit beberapa turis menghabiskan waktu dengan membaca buku. Mereka berjemur dengan posisi telungkup dan mengenakan kacamata hitam, dengan buku yang ada di depannya.

Kalau yang berjemur sambil membaca buku kebanyakan itu turis wanita. Sst... jangan diganggu ya!

Pantai Padang-padang ternyata punya sisi yang gahar. Bagi turis yang suka menguji nyali, mereka ditantang untuk surfing menaklukan ombak setinggi 5 meter di sana.

Tentu saja, bukan turis sembarangan yang bermain surfing di sana. Arusnya cukup kuat dan bebatuan karang di bawah permukaan laut dapat merobek kulit.

Tapi toh, hal itu tak menyurutkan niat turis untuk bermain surfing yang kebanyakan dari mereka datang dari Hawaii dan Brasil. Bulan Maret sampai Agustus adalah waktu terbaik untuk berselancar di sana.

Selain berjemur atau surfing, kebanyakan bule menghabiskan waktu di Pantai Padang-padang dengan berenang. Pantainya memang cukup landai dan airnya biru bergradasi. Airnya pun jernih lho!

Meski begitu, ada hal yang harus diingat bule. Mereka tidak boleh berenang terlalu ke tengah laut karena arusnya cukup kuat. Berbahaya bagi turis yang tak mahir berenang.

Namun tenang saja, ada life guard Pantai Padang-padang yang memperingatkan turis untuk tidak berenang terlalu ke tengah laut. Mereka akan meniup pluit dan berteriak agar turis mundur ke pesisir pantai.

Tak hanya anak muda saja, turis yang datang ke Pantai Padang-padang juga ada yang membawa anggota keluarga. Kebanyakan, mereka membawa anak-anaknya untuk bermain air.

Jangan heran, ketika Anda melihat anak kecil berkeliaran di Pantai padang-padang. Bahkan, beberapa turis mengajak buah hatinya untuk belajar surfing di sana.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads