Ayam taliwang terkenal karena rasanya yang khas, serta makanan pendampingnya yang tak kalah lezat. detikTravel berkesempatan mengintip langsung pembuatan ayam tersebut di salah satu restoran ayam taliwang yang legendaris yaitu Taliwang H Moerad.
Berawal dari usaha kecil-kecilan untuk menyambung hidup lantaran bangkrut di usaha sebelumnya, H Moerad menjajal usaha kuliner. Awalnya banyak makanan yang disajikan di tempat makannya di kawasan Cakra. Tapi ternyata yang paling dicari adalah ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayamnya harus ayam kampung, ukurannya juga tidak terlalu besar," ujar anak dari H Moerad, Hj Siti Sovia Moerad, di restoran Taliwang H Moerad, Pajang, Mataram, Lombok Barat, Selasa (11/11/2014).
Ayam dibagi dua kemudian dibakar setengah matang. Setelahnya, digoreng tapi jangan terlalu kering sebelum akhirnya kembali dibakar. Nah, di saat bakaran kedua, ayam diolesi bumbu. Inilah sumber rasa nikmatnya.
"Bumbunya, terasi, tomat, lombok kecil, lombok besar, jeruk purut, garam, dan gula," lanjutnya.
Tak lupa, jangan menguleknya terlalu halus. Karena jika terlalu halus bumbu jadi tak menempel di ayam.
Ayam ini biasa ditemani oleh kangkung plecing dan babarok. Kangkung plecing terdiri dari kangkung rebus, toge, sangrai kelapa dan kacang goreng. Kemudian, di atas kangkung disiramlah sambal yang pedas dan segar.
Sedangkan babarok lebih seperti sambal. Karena terbuat dari campuran sambal dengan potongan terong hijau mentah. Rasanya? Segar pastinya!
Restoran ini terkenal legendaris karena H Moerad sendiri telah memulai usahanya sekitar tahun 1965. Hingga kini, ada sekitar 3 restoran yang benar-benar dikelola oleh keluarga H Moerad yaitu di Cakra, Pajang dan Karang Bagu.
Harga untuk 1 porsi ayam taliwang adalah Rp 45 ribu. Sedangkan 1 porsi kangkung plecing adalah Rp 10 ribu. Wah siap-siap bergoyang lidah nih!
(shf/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah