Disusun detikTravel, Kamis (27/11/2014) berikut 5 festival wisata gratis yang bisa masuk agenda traveling Anda selanjutnya:
1. Jember Fashion Carnival, Jember
|
(detikFoto)
|
Selama perayaan Jember Fashion Carnival, jalanan di pusat kota yang sepanjang lebih dari 3 km ditutup. Jalanan itu berubah jadi catwalk ratusan peserta karnival yang melenggak-lenggok dengan aneka kostum yang berwarna-warni. Tak sampai di situ, hiasan kostumnya yang kebanyakan menempel di punggung peserta tingginya bisa lebih dari 2 meter. Tak hanya itu, para peserta ada juga yang menari.
Biasanya, Jember Fashion Carnival berlangsung pada pertengahan tahun. Cek saja, situs resmi Jember Fashion Carnival untuk tahu update acaranya di tahun depan ya!
2. Upacara Kasada, Probolinggo
|
(Hacantya Yudanagara/d'Traveler)
|
Upacara Kasada adalah bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi, sebutan untuk Tuhan bagi umat Hindu. Saat itulah, mereka melemparkan hasil bumi yang berasal dari sawah dan perkebunan ke dalam Kawah Gunung Bromo.
Dalam sejarah di balik Upacara Kasada, Suku Tengger diyakini merupakan keturunan dari Rara Anteng (putri Raja Majapahit) dan Jaka Seger (putra Brahmana). Kedua pasangan itu ternyata tidak punya anak selama bertahun-tahun, yang akhirnya bersemedi kepada Sang Hyang Widhi untuk dikaruniai anak.
Permintaan mereka dikabulkan, tapi ada syaratnya. Mereka harus mengorbankan putra bungsunya ke Kawah Gunung Bromo. Hingga mereka berdua punya 25 anak, syaratnya tidak dilakukan juga. Sang Hyang Widhi pun marah, lalu Gunung Bromo meletus dahsyat.
Anak bungsu mereka, Kesuma pun minta dikorbankan. Walau, kedua orang tuanya sangat berat untuk mengorbankan Kesuma karena dia begitu gagah dan jadi kesayangan. Dari situlah, hingga kini Upacara Kasada terus berlangsung dan dipertahankan oleh Suku Tengger.
3. Grebeg Maulud, Yogyakarta
|
(Harry Septian/d'Traveler)
|
Dalam Grebeg Maulud, ada beberapa gunungan yakni suatu tumpukan dari hasil bumi seperti sayur mayur, beras ketan, gula jawa, dan lainnya. Gunungan-gunungan tersebut bakal ditempatkan di beberapa titik seperti di Alun-alun Utara, Masjid Agung Gedhe Kauman, serta Bangsal Kepatihan (DPRD Yogyakarta).
Setelah didoakan dan dilakukan prosesi dari pihak Keraton Yogyakarta, gunungan akan diserbu oleh masyarakat setempat. Mereka rela untuk berdesak-desakan, dorong-dorongan dan saling naik ke badan orang lain agar mendapat bagian dari gunungan.
Mereka percaya, isi gunungan tersebut dianggap membawa berkah. Meski begitu, wisatawan boleh percaya boleh tidak. Yang pasti, suasana sangat heboh, meriah dan menegangkan ketika masyarakat setempat saling berebut gunungan. Siapkan kamera, karena kapan lagi bisa nonton tradisi yang terkenal ini!
4. Festival Bau Nyale, Lombok
|
(Shafa/detikTravel)
|
Jadi, Festival Bau Nyale adalah acara menangkap cacing laut yang dilakukan masyarakat setempat. Biasanya sekitar bulan Februari-Maret tiap tahunnya dan dilangsungkan di pantai-pantai kawasan selatan Lombok.
Festival tersebut rupanya sarat dengan legenda. Dikisahkan, nyale diyakini merupakan penjelmaan dari Puteri Mandalika dari Kerajaan Johor di Lombok Tengah yang cantik jelita. Dia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke laut daripada harus menyakiti hati banyak pangeran dari kerajaan tetangga yang ingin mempersuntingnya.
Putri Mandalika lalu menjelma sebagai cacing yang sangat banyak agar lebih bermanfaat bagi rakyat Lombok. Setelah itu mitos menyebutkan, bagi petani yang menangkap nyale dan menaruhnya di sawah, maka sawah tersebut akan menjadi subur. Mitos lain menyebutkan, siapa saja yang memakan nyale maka akan enteng jodoh.
Terlepas dari itu, festival ini sungguh unik. Bahkan, tak sedikit turis mancanegara yang ikut Festival Bau Nyale lho!
5. Festival Cap Go Meh Singkawang, Singkawang
|
(Utami Widowati/detikTravel)
|
Festival ini berlangsung pada hari ke-15 setelah Tahun Baru China, yang berarti merupakan salah satu perayaan Imlek. Puncak festivalnya adalah ritual Tatung yang bertujuan untuk mengusir kemalangan.
Tatung adalah media dalam ritual perayaan Cap Go Meh untuk menolak roh-roh jahat. Selama ritual Tatung, peserta yang akan dirasuki oleh arwah akan mengalami ketidaksadaran sehingga mereka mampu melakukan tindakan yang luar biasa dan bahkan di luar nalar manusia, seperti menginjak pedang, menusukkan kawat baja atau paku ke pipi mereka dan ajaibnya para tatung tidak kesakitan sama sekali.
Berani lihat?
Halaman 2 dari 6











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan