Saat melancong ke Taman Sari di Yogyakarta, hal yang paling menarik dilihat pertama kali adalah arsitekturnya. Karena, bangunan ini merupakan campuran gaya Eropa dan Jawa.
Yang sering dikunjungi sekarang hanyalah segelintir bagian dari sekeluruhan Taman Sari. Karena kawasan lainnya sudah menjadi pemukiman yang diperuntukkan bagi para abdi dalem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah seorang pemandu wisata yang berbincang dengan detikTravel beberapa waktu lalu, paling banyak selir yang mandi di sini bisa mencapai 40 orang. Sedangkan kolam satunya menjadi tempat mandi bagi anak-anak selir.
Mereka mandi bukan tanpa alasan. Karena saat mereka mandi, Sang Sultan sedang memperhatikan dari menara pandang. Nantinya, Sang Sultan akan menjatuhkan sapu tangan merah kepada satu selir yang diinginkan.
Setelah sapu tangan jatuh, selir lain yang tidak terpilih boleh keluar dari kolam dan kembali ke kegiatan biasa. Sedangkan sang selir terpilih akan menghabiskan waktu berdua sultan raja.
Namun, kegiatan seperti ini terjadi di masa lalu saja. Meski demikian, Taman Sari masih tetap lestari dan bisa dikunjungi wisatawan yang sedang dan akan melancong ke Yogyakarta. Tak ada salahnya ke sana dan melihat sendiri seperti apa kolam tempat mandi para selir.
(shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru