Puluhan batu menjulang hingga setinggi 7 sampai 8 meter di tanah lapang. Situs Kuburan Purba Kala 'Rante Karasik' berlokasi sekitar 1 kilometer dari Kota Rantepao.
Konon batu tersebut merupakan karya pahatan manusia purba atau biasa disebut menhir. Setidaknya terdapat 12 mehir yang menghiasi lapangan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasi ini disebut Rante Karasik yang hanya digunakan sebagai tempat pemakaman bangsawan dari Tongkonan Kamiri, Buntu Pune. Rante Karasik mulai digunakan awal abad ke-19 oleh Pong Maramba untuk ritual Rambu Solo. Sampai sekarang masih suka digunakan oleh keluarga mereka," ujar Olive warga setempat saat berbincang-bincang dengan detikTravel beberapa waktu lalu.
Β
Dahulu orang Toraja membangun Menhir bila ada pemuka adat atau orang terhormat meninggal dunia. Secara prosesi adat dengan Rambu Solok tidak jauh berbeda namun secara strata adat upacara itu disebut rapasan Sapurandanan.
"Itu nanti mau dibangun Lankien, rencananya ini akan menjadi salah saty cagar budaya," kata Olive.
Salah batu Menhir terlihat seperti pisau belati. Setiap Menhir di lokasi memiliki uliran seakan dipahat seseorang. Sayangnya selain tidak terawat ada saja ulah tangan jahil wisatawan yang mencoret namanya sebagai kenang-kenangan.
"Kebanyakan pemandu wisata di sini tidak tahu asal usulnya sehingga banyak wisatawan yang ke Toraja hanya datang satu kali," tutupnya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru