Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Jan 2015 14:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Baduy Sudah Biasa, Sekarang Anak Muda ke Ciptagelar

Deretan Leuit menyambut saat memasuki Kasepuhan Ciptagelar (Ayu Wulandari/dTraveler)
Deretan Leuit menyambut saat memasuki Kasepuhan Ciptagelar (Ayu Wulandari/dTraveler)
Sukabumi - Traveling ke desa adat bersama teman-teman, bisa menjadi petualangan seru buat remaja. Jika selama ini anak muda banyak ke desa adat Baduy di Banten, sekarang ada lagi desa adat Ciptagelar di Sukabumi yang kaya budaya.

Desa Ciptagelar adalah bagian dari Kasepuhan Banten Kidul, selain juga beberapa desa tradisional lain seperti Cisitu, Citorek, dan Cibedug. Namun dari semuanya, Ciptagelar menjadi favorit wisatawan karena menyuguhkan wisata seru termasuk untuk traveler remaja.

Betapa tidak, kamu bisa merasakan kehidupan tradisional dan meresapi nilai-nilai adat setempat. Desa Ciptagelar terletak di kaki Gunung Halimun, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pemukiman cantik berlatar gunung di desa ini tidak berubah selama ratusan tahun!

Bahkan, disebutkan mereka berhasil menjaga tradisi selama 600-an tahun. Mengutip situs Desa Ciptagelar, Kamis (15/1/2015), hal itu terbukti lewat upacara Seren Taun yang telah digelar ke-645 kalinya. Desa ini memang punya tradisi adat yang kuat layaknya Baduy.

Seren Taun adalah upacara adat yang paling ditunggu wisatawan. Ini adalah upacara yang merupakan bentuk syukur atas hasil panen, digelar pada minggu pertama bulan September. Masyarakat Desa Ciptagelar memang menjadikan bertani sebagai mata pencaharian mereka. Acara utama Seren Taun adalah penyerahan hasil bumi ke dalam Leuit alias lumbung.

Selain itu, ada pula pentas syukuran yang digelar malam ke-14 sebelum bulan purnama. Beragam pertunjukan tradisional digelar mulai dari Jaipong, wayang, sampai pagelaran musik angklung.

Nilai-nilai adat yang dianut masyarakat Ciptagelar patut diacungi jempol. Mereka menganut paham saling menghargai dan menghormati, juga gotong-royong. Tegur sapa adalah kebiasaan mereka, lain halnya dengan masyarakat kota besar yang kebanyakan menunduk dan melihat gadget.

Ada tiga jalur utama menuju Kampung Adat Ciptagelar. Jalur pertama merupakan jalur terindah, sepanjang 28 kilometer dari Pelabuhan Ratu menuju Sukawayana. Jalur yang membelah hutan sepanjang 9 km ini dibangun hanya dalam waktu tiga hari. Tiap warga mendapat jatah pembangunan 1 meter jalan dengan satu cangkul.

Jalur kedua menuju Ciptagelar adalah melewati Kampung Sirnaresmi sejauh 12,6 km. Jalur terakhir, Anda bisa lewat Cicadas-Cikadu-Gunung Bongkok di wilayah Kabupaten Lebak. Ini merupakan jalur terpanjang, namun keadaan dan kondisi jalannya sudah beraspal.

(shf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED