Apabila Anda berkunjung ke Bumi Serambi Makkah, sempatklanlah mampir ke Museum Tsunami yang terletak di Banda Aceh. Pekan lalu detikTravel sempat singgah ke sana, dan dibuat terharu serta terpana akan isi di dalam museum.
Ya, Museum Tsunami Aceh yang didirikan pada tahun 2009 itu merupakan monumen atas tragedi Tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004 silam. Dimana saat itu tsunami menewaskan sekitar 170 ribu orang hanya dalam satu hari di penghujung Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pertama memasuki komplek museum, kita akan dibuat tercengang akan keindahan eksterior museum yang tampak simpel namun beda. Tampak sebuah kolam dengan jembatan di tengahnya, serta bendera dan nama-nama negara yang membantu Aceh kala itu.
Namun rasa kagum itu akan berganti dengan kesedihan ketika Anda memasuki ruang pertama bagian dalam museum, atau disebut lorong tsunami. Lorong itu begitu dalam, gelap, dan tidak terlihat ujungnya.
Kucuran air yang mengalir di sisi kiri dan kanan lorong gelap seakan menciptakan rasa takut yang tiada akhir. Mungkin itu juga perasaan yang dialami masyarakat Aceh ketika tsunami terjadi dulu, hanya rasa takut...
Sayup-sayup terdengar lantunan ayat Al Quran, seakan menuntuk kita untuk terus berjalan di antara rasa takut yang kian menggelayuti ketidakpastian di dalam diri ini. Pada akhirnya Anda akan tiba di sebuah pintu menuju ruang berikutnya.
Ruang berikutnya adalah Memorial Hall yang berisi dokumentasi foto tragedi tsunami yang ditampilkan oleh slide otomatis di 26 monitor. Terlihat juga foto-foto dan suasana yang mencekam dan memilukan saat tsunami terjadi.
Setelah itu Anda memasuki ruang bernama 'Space of Sorrow'. Ruangan berbentuk melingkar dengan cahaya temaram ini menuliskan nama korban-korban yang tewas kala itu. Di bagian langit-langit ruangan yang gelap itu, terlihat asma Allah yang membuat perasaan menjadi haru, seakan mengingatkan kalau semua akan kembali ke pangkuan-Nya nanti.
Berikutnya Anda akan menjumpai Lorong Kebingungan atau 'Space of Confuse'. Lorong berbentuk melingkar itu menggambarkan kebingungan korban tsunami yang kesulitan membaca arah saat menyelamatkan diri dari sapuan gelompang laut setinggi puluhan meter.
Pada akhirnya langkah kaki harus berakhir ketika memasuki 'Space of Hope', ruang terakhir yang terdiri dari jembatan yang disinari cahaya dari atas layaknya sebuah harapan baru. Terlihat juga deretan bendera negara-negara yang ikut membantu korban tsunami.
Setelah itu Anda akan tiba di lantai dua, di mana terdapat ruangan yang menghadirkan foto-foto tragedi, fakta, serta film dokumenter atas detik-detik peristiwa tsunami Aceh. Kemudian di lantai tiga terdapat ruang multimedia.
Seusai dari kunjungan ke Museum Tsunami, tentunya kita dapat memetik hikmah atas tragedi Tsunami Aceh yang dahulu terjadi. Sesungguhnya Allah begitu mahakuasa atas apapun yang ada di dunia ini.
Bencana tsunami Aceh bisa jadi merupakan salah satu caranya untuk mengingatkan manusia agar lebih mawas diri dan agar selalu bertakwa dan berbuat baik terhadap sesama. Melihat masyarakat Aceh yang tegar kini, terlihat sudah kebesaran Allah.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran