Museum Kepurbakalaan Banten Lama yang terletak di samping reruntuhan Keraton Surosowan, merupakan tempat penyelamatan artefak Kesultanan Cirebon. Di sana tertulis informasi mengenai sejarah Banten hingga masa penjajahan oleh Belanda, serta berbagai barang peninggalan bersejarah di bagian dalam dan luar museum.
"Museum ini pada mulanya dibangun sebagai rumah penyelamatan benda purbakala dan jadi museum tahun 1985," papar pengelola situs Museum Kepurbakalaan Banten Lama, Fajar, pada detikTravel, Rabu (8/4/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di museum ini disimpan koleksi keramik asing, gerabah lokal, di mana paling banyak ditemukan adalah gerabah lokal. Jumlahnya kurang lebih 1000," ujar guide museum bernama Fajar.
Dulu, kawasan Banten Lama pernah menjadi pusat kerajaan yang besar, yakni di bawah pemerintahan Sultan Syarif Hidayatullah dan Maulana Hasanudin. Rakyat hidup bahagia, hingga akhirnya Daendels menghancurkan Keraton Surosowan pada tahun 1809. Serangan tersebut menyisakan hanya reruntuhan saja.
Walaupun begitu, pengunjung masih dapat melihat reruntuhan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, hingga Benteng Speelwijk yang dahulu digunakan Belanda. Berbagai bangunan peninggalan lain, seperti menara hingga masjid bersejarah juga masih ada dan dapat dilihat di Banten.
Namun apabila Anda ingin melihat artefak bekas peninggalan Kesultanan Banten, langsung saja datang ke Museum Kepurbakalaan Banten Lama di jalan Letnan Djidun, Serang. Museum tersebut buka tiap Selasa-Minggu pada pukul 09.00-16.00 WIB. Tiket masuknya cukup seribu Rupiah saja per orangnya!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh