4 Fakta Menarik Gedung Merdeka, Tempat Digelarnya KAA

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

4 Fakta Menarik Gedung Merdeka, Tempat Digelarnya KAA

- detikTravel
Senin, 20 Apr 2015 07:15 WIB
4 Fakta Menarik Gedung Merdeka, Tempat Digelarnya KAA
(Avitia/detikTravel)
Bandung -

Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) mulai digelar. Tahun 1955, Gedung Merdeka di Bandung menjadi tempat digelarnya konferensi tingkat tinggi tersebut. Berikut 4 fakta unik tentang Gedung Merdeka.

Para delegasi dan perwakilan dari berbagai negara datang ke Indonesia untuk memeringati 60 Tahun Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Saat digelar tahun 1955, Gedung Merdeka di Bandung menjadi tempat dihelatnya konferensi tersebut.

Ini adalah gedung bersejarah yang terletak di Jalan Asia Afrika, dekat Masjid Agung Bandung dan Jalan Braga. Setidaknya ada 4 fakta menarik tentang Gedung Merdeka. Dihimpun detikTravel, Senin (20/4/2015), berikut daftarnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Dibangun untuk tempat berkumpulnya para sosialita

(Avitia/detikTravel)
Societeit Concordia, begitu nama Gedung Merdeka saat pertama kali dibangun tahun 1895. Gedung ini digunakan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi masyarakat Belanda yang tinggal di Bandung.

Saat akhir pekan, Societeit Concordia dipenuhi orang Belanda yang bertemu dan berdansa. Mulai dari perwira, pengusaha, sampai pegawai perkebunan berkumpul di gedung ini. Mereka juga biasa menonton pertunjukan kesenian sambil makan malam.

2. Direnovasi dan dirancang ulang oleh dua Guru Besar ITB

(Arini Tathagati/dTraveler)
Pada 1926, Societeit Concordia direnovasi seluruhnya oleh Van Galen Last dan CP Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar di Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng) yang kemudian dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gedung ini menempati area seluas 7.500 m2. Bangunannya dibuat bergaya art deco, lengkap dengan lantai marmer dan lampu kristal yang mewah.

3. Berganti nama pada masa pendudukan Jepang

(Avitia/detikTravel)
Pada masa pendudukan Jepang, Societeit Concordia berganti nama menjadi Dai Toa Kaman. Gedung ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan.

Namun pada masa proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang. Saat inilah namanya berubah menjadi Gedung Merdeka.

4. Dari Gedung Konstituante sampai MPRS

(Avitia/detikTravel)
Usai menjadi tempat perhelatan Konferensi Asia Afrika pada 1955, fungsi Gedung Merdeka berubah-ubah seiring situasi pemerintahan. Saat terbentuk Dewan Konstituante pada 1955, gedung ini dijadikan Gedung Konstituante. Namun tak bertahan lama karena Dewan Konstituante dibubarkan karena dipandang gagal melaksanakan tugas utamanya, yakni menetapkan dasar negara dan UUD.

Selanjutnya, Gedung Merdeka sempat menjadi Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terbentuk tahun 1960. Gedung ini juga pernah menjadi tempat digelarnya Konferensi Islam Asia Afrika pada 1965.
Halaman 2 dari 5
Societeit Concordia, begitu nama Gedung Merdeka saat pertama kali dibangun tahun 1895. Gedung ini digunakan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi masyarakat Belanda yang tinggal di Bandung.

Saat akhir pekan, Societeit Concordia dipenuhi orang Belanda yang bertemu dan berdansa. Mulai dari perwira, pengusaha, sampai pegawai perkebunan berkumpul di gedung ini. Mereka juga biasa menonton pertunjukan kesenian sambil makan malam.

Pada 1926, Societeit Concordia direnovasi seluruhnya oleh Van Galen Last dan CP Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar di Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng) yang kemudian dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gedung ini menempati area seluas 7.500 m2. Bangunannya dibuat bergaya art deco, lengkap dengan lantai marmer dan lampu kristal yang mewah.

Pada masa pendudukan Jepang, Societeit Concordia berganti nama menjadi Dai Toa Kaman. Gedung ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan.

Namun pada masa proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang. Saat inilah namanya berubah menjadi Gedung Merdeka.

Usai menjadi tempat perhelatan Konferensi Asia Afrika pada 1955, fungsi Gedung Merdeka berubah-ubah seiring situasi pemerintahan. Saat terbentuk Dewan Konstituante pada 1955, gedung ini dijadikan Gedung Konstituante. Namun tak bertahan lama karena Dewan Konstituante dibubarkan karena dipandang gagal melaksanakan tugas utamanya, yakni menetapkan dasar negara dan UUD.

Selanjutnya, Gedung Merdeka sempat menjadi Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terbentuk tahun 1960. Gedung ini juga pernah menjadi tempat digelarnya Konferensi Islam Asia Afrika pada 1965.

(shf/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads