Harmonisnya Bangka, Klenteng Bersebelahan dengan Masjid Tertua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harmonisnya Bangka, Klenteng Bersebelahan dengan Masjid Tertua

- detikTravel
Senin, 04 Mei 2015 14:50 WIB
Harmonisnya Bangka, Klenteng Bersebelahan dengan Masjid Tertua
Klenteng Kung Fuk Min yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Jami' Muntok (Sastri/detikTravel)
Muntok - Mayoritas penduduk di Pulau Bangka adalah keturunan Tionghoa dan Melayu. Namun, keharmonisan antar umat beragama sudah tertanam sejak dulu. Buktinya, klenteng dan masjid tua di Kota Muntok terletak bersebelahan sejak awal dibangun.

Muntok adalah nama ibukota Kabupaten Bangka Barat, Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Ini adalah kota bersejarah yang jadi perhentian pertama Belanda di provinsi penghasil timah tersebut.

Layaknya daerah lain di Pulau Bangka, mayoritas penduduk Muntok adalah keturunan orang Melayu dan Tionghoa. Tempat peribadatan berupa klenteng dan masjid pun dibangun dengan letak persis bersebelahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Klenteng dibangun tahun 1820, sementara Masjid Jami' dibangun tahun 1883," tutur Erwin, pemandu rombongan wartawan saat mengunjungi Kota Muntok beberapa waktu lalu.

Masjid Jami' Muntok disebut-sebut sebagai masjid tertua di Pulau Bangka. Kung Fuk Min, begitu nama klenteng di sebelahnya, juga merupakan klenteng tertua di Muntok. Kedua tempat ibadah ini bisa turis lihat di Jl Imam Bonjol No 1, Kampung Tanjung, Kota Muntok.

Meski usianya sudah cukup tua, kedua bangunan ini masih utuh dan asli. Klenteng Kung Fuk Min memiliki halaman yang luas di bagian depan. Bangunannya bernuansa Tionghoa lengkap dengan ukiran naga. Warna merah dan kuning mendominasi bangunan ini.

Sementara itu, Masjid Jami' Muntok memiliki dinding warna putih dengan atap warna hijau. Bangunan masjidnya tampak tua, namun bersih dan sangat terpelihara dengan baik. Tiap adzan tiba, warga di sekitar masjid berbondong-bondong mengambil wudhu dan salat berjamaah.

"Ini menjadi bukti keharmonisan hidup antar umat beragama di Muntok sudah ada sejak lama, dan masih terpatri sampai sekarang," tambah Erwin.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads