Indonesia diberkahi bentang alam yang luar biasa indah dan budaya yang beragam banyaknya. Tak heran, ada sesuatu yang bisa ditemukan di Indonesia tapi tak bisa ditemukan di tempat lain. Atau, di tempat lain juga ada tapi hanya sedikit jumlahnya.
Disusun detikTravel yang informasinya didapat dari situs resmi pariwisata Indonesia, Senin (11/5/2015) berikut 5 destinasi wisata yang jadi kebanggaan Indonesia. Serta, harus kamu datangi setidaknya sekali dalam seumur hidup:
1. Candi Borobudur di Magelang
|
(Thinkstock)
|
Dari relief-relief itu, tersimpan penjabaran tentang kehidupan manusia yang dibagi dalam 4 kelompok dalam ajaran Buddha. Ada Karmawibhanga, Jatakamala, Awadana, Gandawyuha dan Bhadracar. Itu semua menggambarkan riwayat sang Buddha dan suatu kehidupan masyarakat.
Bicara soal sejarah, Candi Borobudur dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Alias, pada pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11. Kalau dibandingkan, Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.
Pihak UNESCO dari PBB pun sudah menasbihkan Candi Borobudur sebagai World Heritage atau Situs Warisan Dunia. Bentuknya yang besar dan teridir dari 10 tingkat, membuat siapa saja akan jatuh cinta dengan candi ini. Buktinya, bos Facebook, Mark Zuckerberg sudah datang dan jatuh cinta saat datang ke sana akhir tahun lalu.
BACA JUGA: Bos Facebook Bikin Candi Borobudur Dipuja-puji Dunia
Tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp 30 ribu. Sedangkan untuk mencoba paket melihat sunrise di sana, sebesar Rp 250 ribu. Harga yang tak seberapa, dengan sejarah dan kemegahan candinya yang disebut bagaikan harta karun dunia!
2. Api Biru di Kawah Ijen, Banyuwangi
|
(Thinkstock)
|
Fenomena api biru bisa dilihat saat malam hari. Tepatnya pada memasuki dinihari, kamu akan dibuat takjub dengan api yang terlihat biru. Apinya keluar dari celah bebatuan di dasar kawah. Indah, indah sekali.
Fenomena ini ternyata sudah diketahui turis sejak tahun 1999-an. Kala itu, adalah seorang reporter Prancis bernama Nicolas Hulu. Dia terbang ke atas puncak Gunung Ijen terlebih dulu (setinggi 2.443 mdpl). Dia pun bermalam di sekitar kawah untuk melihat api biru dari dekat. Dan kini, ratusan turis datang ke Kawah Ijen setiap tahunnya untuk melihat pemandangan yang sama.
Kalau ditelaah, api biru sebenarnya bukanlah api. Itu adalah gas belerang yang keluar dari celah bebatuan belerang yang terkena oksigen. Wush... Jadilah berbentuk seperti api dan bentuknya biru.
Tapi toh, sebutan blue fire atau api biru sudah terlanjut melekat di benak turis dan tak menjadi persoalan. Sungguh, kamu benar-benar harus melihatnya dari dekat agar tahu bagaimana keindahannya.
Berikut, video penampakan api biru yang pernah detikTravel dan dTraveler datangi saat Explore Indonesia: Tour Banyuwangi beberapa waktu silam. Jangan iri ya!
3. Danau Kakaban, Kalimantan Timur
|
(Jessica Arawinda/dTraveler)
|
Danau Kakaban berlokasi di Pulau kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban sendiri merupakan salah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan. Pasti kamu tahu tentang Derawan, yang disebut-sebut sebagai surga bawah laut di Kalimantan.
Kembali ke ubut-ubur tak menyengat, terdapat empat jenis ubur-ubur di Danau Kakaban. Keempatnya yakni ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, ubur-ubur kotak, dan ubur-ubur terbalik.
Yang disebut terakhir adalah yang paling unik karena ubur-ubur ini berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas. Suatu hal yang aneh, karena biasanya ubur-ubur berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah. Unik bukan?
Danau Kakaban pun terlihat cantik. Danau ini terbentuk akibat karang yang naik di atas permukaan laut dengan ketinggian hingga 50 meter. Kemudian, karang ini membuat sejumlah air terperangkap, dan terbentuklah danau. Airnya tentu air payau.
Kamu bisa berenang langsung di danaunya sambil bermain-main dengan ubur-ubur yang tak menyengat. Mereka terlihat menggemaskan, saat berenang-renang di sekitar kita. Ingat, dilarang langsung terjun ke danaunya karena bisa melukai ubur-ubur tersebut. Kamu harus turun pelan-pelan lewat tangga yang sudah disediakan.
Siapkan kamera underwater untuk selfie bareng ubur-uburnya. Kalau mau tahu rute traveling ke sana, silakan klik di sini.
4. Takabonerate, Sulawesi Selatan
|
(Taman Nasional Takabonerate)
|
Tepatnya, bisa kamu lihat di Taman Nasional Takabonerate, Sulawesi Selatan. Takabonerate memiliki 18 pulau, yang mana hanya 7 saja yang berpenghuni. Kalau dilihat dari udara, pulau-pulaunya pun memiliki atol yang sangat indah.
Bahkan, keindahan atol di Takabonerate disebut-sebut sebagai terindah ketiga di dunia. Masih di bawah Maladewa di Samudera Hindia dan Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik. Buktikan sendiri saat naik pesawat dan hendak melintas di atas Makassar. Kamu bisa melongok ke jendela untuk melihat atolnya. Atau, coba saja bawa drone ke sana untuk melihatnya dari ketinggian.
Takabonerate pun memiliki 26 titik diving yang menawan. Pantai-pantainya juga berpasi putih yang halus nan bersih. Penjelasan lebih lengkap dan bagaimana cara menuju ke sana, silakan klik di sini.
5. Puncak Carstensz, Papua
|
(indonesia.travel)
|
Itu bisa dibuktikan dengan Puncak Carstensz di rangkaian Pegunungan Sudirman yang membelah bagian tengah Papua. Inilah salah satu puncak tertinggi di dunia yang mendapat predikat Seven Summit alias satu dari tujuh atap dunia. Berdiri di atas puncaknya adalah mimpi para pendaki dunia!
Puncak Carstensz memiliki ketinggian 4.884 mdpl yang juga menjadikannya titik puncak tertinggi di Nusantara. Ketinggiannya, sudah mencapai setengah dari Puncak Everest di Nepal, puncak paling tinggi di dunia. Karena ketinggiannya pula, Puncak Carstensz diselimuti salju abadi. Satu-satunya tempat bersalju di Indonesia. Wow!
Namun, mendaki menuju Puncak Carstensz tidaklah mudah. Puncak Carstensz tidak bisa dibandingkan dengan puncak gunung-gunung lainnya di Indonesia. Dikarenakan, adanya angin kencang, badai salju dan juga hujan es. Pendakian ke Puncak Carstensz pun bisa memakan waktu sampai 12 hari lamanya!
Puncak Carstensz berada di Pegunungan Jayawijaya yang mencakupi 3 kabupaten, yakni Puncak Jaya, Intan Jaya dan Mimika. Cara untuk menuju ke Puncak Carstensz adalah dari Jakarta Anda bisa naik pesawat menuju Timika atau Nabire.
Lalu, dilanjutkan naik pesawat perintis yang hanya berkapasitas 12 kursi menuju Sugapa di Intan Jaya. Dari sana, perjalanan dilanjutkan 8 jam ke Desa Ugimba dan perjalanan menuju Puncak Carstensz bisa sampai 4 hari paling cepat. Sudah siap melihat salju?
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun