Kembali ke bangku sekolah dasar dulu, hampir setiap guru sejarah pernah menyebutkan situs Sangiran yang terkenal sebagai lokasi ditemukannya manusia purba Jawa atau yang disebut Pithecanthropus Erectus. Fosil penemuan ilmuwan Jerman yang bernama Von Koenigswald itu pun dapat dijumpai di Museum Sangiran.
Didorong oleh rasa penasaran, detikTravel sempat singgah ke Museum Sangiran yang terletak di Sragen pekan lalu. Sebelum mengagumi dahsyatnya fosil manusia purba, ternyata perjalanan menuju Museum Purbakala Sangiran terbilang susah-susah gampang. Minimnya papan penanda menuju lokasi, memang jadi tantangan.
Memasuki Kecamatan Kalijambe di Sragen, barulah traveler dapat menemukan petunjuk perihal keberadaan Museum Purbakala Sangiran. Dari luar, pintu masuk Museum Purbakala Sangiran dihiasi oleh hiasan gading mammoth yang tampak menyilang, disertai tulisan Museum Manusia Purba Sangiran.
Namun sebelum masuk ke dalamnya, traveler diwajibkan membayar tiket masuk seharga Rp 5.000 dan Rp 7.500 untuk wisatawan asing. Harga yang sangat terjangkau itu pun sudah termasuk harga tiket masuk ke dalam museum lho.
Untuk catatan inventoris pihak museum, setiap pengunjung yang datang pun diharuskan mengisi buku tamu di bagian pintu masuk museum. Sekedar informasi, Museum Purbakala Sangiran memiliki tiga ruang pameran utama yang dapat disinggahi.
Museum Purbakala Sangiran pun dibuat secara melingkar dan dihubungkan dengan lorong dan pilar. Di dekat pintu masuk saja traveler dapat melihat bekas lahar Gunung Lawu Purba yang telah mengering dan berusia 1,8 juta tahun!
Di ruang pameran pertama dapat dijumpai sejumlah fosil dan replika manusia purba Sangiran hingga binatang bersejarah. Tampak juga sejumlah diorama manusia purba dengan latar belakang yang dibuat seperti zaman itu. Traveler pun dapat sekalian belajar soal sejarah hingga teori evolusi Charles Darwin.
Kemudian di ruang kedua dapat dijumpai ruang berupa bioskop sederhana berisi penjelasan ilmiah. Traveler juga dapat melihat replika dari para tokoh penemu fosil manusia purba, beserta penjelasan dan tahun penemuannya. Bahkan untuk ukuran museum, penataan yang ada di dalamnya begitu menarik dan informatif.
Lalu di ruangan ketiga atau yang terakhir, dapat dijumpai sebuah aula besar seperti kubah yang menampilkan replika masa keemasan Homo Erectus dalam skala besar. Cukup dengan berdiri di sana, rasanya Anda sudah seperti berada di masa lalu. Percayalah!
Jika semua peninggalan dan informasi tersebut masih belum membuat Anda puas, terdapat satu ruang audio visual untuk pemutaran film soal sejarah. Namun untuk menontonnya, traveler harus merogoh kocek sekitar Rp 60 ribuan.
Untuk mencapainya, ambil arah Sragen dari Solo. Untuk estimasi, museum tersebut berjarak sekitar 17 km dari Solo. Museum pun buka setiap hari kerja dan weekend, serta libur setiap hari Senin. Museum buka dari pukul 09.00-16.30 WIB.
Berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran, kita tidak hanya diajak berwisata, namun juga untuk mengenal lebih jauh akan kekayaan sejarah Indonesia dan turut melestarikannya. Berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran, dijamin tidak akan menyesal.
(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru