Traveler, Ini 5 Kawasan Wisata Kuliner di Jakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Traveler, Ini 5 Kawasan Wisata Kuliner di Jakarta

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Rabu, 20 Mei 2015 12:30 WIB
Traveler, Ini 5 Kawasan Wisata Kuliner di Jakarta
(jakarta-tourism.go.id)
Jakarta - Warga Jakarta tak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk berwisata kuliner. Setidaknya ada 5 kawasan wisata kuliner yang bisa Anda jelajahi di ibukota. Dari Jalan Sabang sampai 'cafe-hopping' di Kemang, berikut daftarnya.

Indonesia memang jagonya wisata kuliner. Beberapa daerah pun terkenal oleh kekayaan khasanah kulinernya. Namun siapa sangka, traveler juga bisa berwisata kuliner di Jakarta.

Setidaknya ada 5 kawasan kuliner yang bisa Anda jajal di ibukota. Dihimpun detikTravel, Rabu (20/5/2015), berikut daftarnya:

(jakarta-tourism.go.id)

1. Jalan Sabang

(jakarta-tourism.go.id)
Jalan Sabang yang terletak di belakang Gedung Sarinah, Jl MH Thamrin, punya deretan pedagang kaki lima yang menyuguhkan aneka kuliner menggugah selera. Traveler bisa menemukan aneka makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, sate, wedang ronde, pempek, dan lain-lain.

Beberapa gerai makanan yang terkenal kelezatannya antara lain Sate Kambing dan Ayam Jaya Agung (tepat di perempatan antara Jl H Agus Salim dan Jl KH Wahid Hasyim), Soto Ceker Pak Gendut, Pempek Cawan Putih, juga gerai Nasi Goreng & Nasi Gila di dekat perempatan Jl KH Wahid Hasyim.

2. Pasar Santa

(Randy/detikTravel)
Pasar Santa terletak di sisi kiri dari Jalan Wolter Mongonsidi di Jakarta Selatan. Semenjak Oktober 2014 lalu, nama Pasar Santa mulai melejit dan disebut-sebut sebagai tempat wisata kulinernya anak hipster. Ini karena Pasar Santa punya banyak makanan unik dan nikmat.

Beberapa makanan yang terbilang unik adalah black hot dog, es cendol durian, hingga kue cubit greentea. Tak lupa beberapa kedai kopi yang menjadi 'basis'nya para barista ternama ibukota.

3. Pecenongan

(Shafa/detikTravel)
Tahun 1970-an silam, kawasan Pecenongan di Jakarta Pusat menjadi pusat pasar malam terutama untuk kuliner. Mayoritas makanan yang dijual adalah seafood atau makanan laut.

Selain seafood, banyak juga warung tenda Sinar Garut yang berisi ragam es campur dan bubur ayam. Jika ingin makanan manis, ada beberapa gerobak martabak yang memiliki rasa maknyus. Gerai paling terkenal adalah Martabak Pecenongan 65A dengan isian beragam, dari Nutella sampai Kit Kat Green Tea dan Ovomaltine. Nyam!

4. Blok S

(detikFood)
Kawasan kuliner Blok Senopati alias Blok S terletak di Jalan Birah II dan Birah III, Jakarta Selatan. Deretan gerobak memenuhi kawasan ini, masing-masing menjual aneka makanan menggugah selera. Mulai dari bakso, sate ayam, nasi goreng, gado-gado, sup iga, sampai es podeng dan es campur.

Meski pamornya mulai menurun, tak sedikit warga dan wisatawan yang setia mengunjungi Blok S untuk berwisata kuliner. Apalagi di sini terdapat Bakso Kumis Blok S yang terkenal lezat!

5. Kemang

(detikFood)
Belum lengkap rasanya wisata kuliner di ibukota tanpa mengunjungi kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tak seperti empat kawasan sebelumnya yang penuh jajanan kaki lima, Kemang adalah tempat yang tepat untuk 'cafe-hopping' alias nongkrong di kafe.

Kafe-kafe di Kemang sangat beragam mulai dari yang menyuguhkan western food, Japanese food, Indonesian food, Italian food, French food, sampai coffee shop. Satu kafe baru yang unik adalah The Cat Cabin, Anda bisa bersantai sambil bermain dengan kucing-kucing lucu!

BACA JUGA: The Cat Cabin Jakarta, Bisa Main Bareng Kucing Menggemaskan
Halaman 2 dari 7
Jalan Sabang yang terletak di belakang Gedung Sarinah, Jl MH Thamrin, punya deretan pedagang kaki lima yang menyuguhkan aneka kuliner menggugah selera. Traveler bisa menemukan aneka makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, sate, wedang ronde, pempek, dan lain-lain.

Beberapa gerai makanan yang terkenal kelezatannya antara lain Sate Kambing dan Ayam Jaya Agung (tepat di perempatan antara Jl H Agus Salim dan Jl KH Wahid Hasyim), Soto Ceker Pak Gendut, Pempek Cawan Putih, juga gerai Nasi Goreng & Nasi Gila di dekat perempatan Jl KH Wahid Hasyim.

Pasar Santa terletak di sisi kiri dari Jalan Wolter Mongonsidi di Jakarta Selatan. Semenjak Oktober 2014 lalu, nama Pasar Santa mulai melejit dan disebut-sebut sebagai tempat wisata kulinernya anak hipster. Ini karena Pasar Santa punya banyak makanan unik dan nikmat.

Beberapa makanan yang terbilang unik adalah black hot dog, es cendol durian, hingga kue cubit greentea. Tak lupa beberapa kedai kopi yang menjadi 'basis'nya para barista ternama ibukota.

Tahun 1970-an silam, kawasan Pecenongan di Jakarta Pusat menjadi pusat pasar malam terutama untuk kuliner. Mayoritas makanan yang dijual adalah seafood atau makanan laut.

Selain seafood, banyak juga warung tenda Sinar Garut yang berisi ragam es campur dan bubur ayam. Jika ingin makanan manis, ada beberapa gerobak martabak yang memiliki rasa maknyus. Gerai paling terkenal adalah Martabak Pecenongan 65A dengan isian beragam, dari Nutella sampai Kit Kat Green Tea dan Ovomaltine. Nyam!

Kawasan kuliner Blok Senopati alias Blok S terletak di Jalan Birah II dan Birah III, Jakarta Selatan. Deretan gerobak memenuhi kawasan ini, masing-masing menjual aneka makanan menggugah selera. Mulai dari bakso, sate ayam, nasi goreng, gado-gado, sup iga, sampai es podeng dan es campur.

Meski pamornya mulai menurun, tak sedikit warga dan wisatawan yang setia mengunjungi Blok S untuk berwisata kuliner. Apalagi di sini terdapat Bakso Kumis Blok S yang terkenal lezat!

Belum lengkap rasanya wisata kuliner di ibukota tanpa mengunjungi kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tak seperti empat kawasan sebelumnya yang penuh jajanan kaki lima, Kemang adalah tempat yang tepat untuk 'cafe-hopping' alias nongkrong di kafe.

Kafe-kafe di Kemang sangat beragam mulai dari yang menyuguhkan western food, Japanese food, Indonesian food, Italian food, French food, sampai coffee shop. Satu kafe baru yang unik adalah The Cat Cabin, Anda bisa bersantai sambil bermain dengan kucing-kucing lucu!

BACA JUGA: The Cat Cabin Jakarta, Bisa Main Bareng Kucing Menggemaskan

(Sri Anindiati Nursastri/Sri Anindiati Nursastri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads