Objek wisata ini letaknya berada di perbukitan Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Waduk Jatibarang yang diresmikan pada Mei 2014, membuat Gua Kreo semakin asyik untuk didatangi.
Sebelumnya, di kawasan ini hanya ada Sungai Kreo dan Gua Kreo, petilasan Sunan Kalijaga. Namun pemerintah membendung sungai dan menciptakan waduk mengelilingi Gua Kreo yang konturnya merupakan sebuah bukit.
Jadilah bukit tempat Gua Kreo berada menjadi semacam pulau yang dihubungkan dengan jembatan dengan arsitektur yang menawan. detikTravel berkunjung ke Waduk Jatibarang dan Gua Kreo, akhir pekan lalu. Tiket masuknya murah, sekitar Rp 4.000 saja.
Begitu parkir, pemandangan air Waduk Kreo langsung menggoda. Nah, rupanya kawasan ini penuh dengan monyet ekor panjang. Ini tentunya ada kaitannya dengan petilasan Sunan Kalijaga. Monyet-monyet ini cukup jinak. Wisatawan memberi mereka kacang dan bahkan monyetnya cukup terampil meminum air mineral dalam kemasan. Sayang sampah makanannya kurang dirapikan.
Atraksi utama Waduk Jatibarang adalah jembatan model arch bridge berwarna merah yang menghubungkan tempat parkir dengan 'pulau' Gua Kreo. Kita menuruni puluhan anak tangga sampai ke jembatan. Setelah itu wisatawan berfoto-foto di sana.
"Dulu cuma ada Gua Kreo doang. Sekarang yang baru ada Waduk Jatibarang, jadinya lebih asyik," kata Fajrina Aulia, mahasiswa Undip yang berkunjung bersama teman-temannya, saat diwawancarai detikTravel.
Lanjut setelah jembatan adalah Gua Kreo. Ini adalah gua alami, namun saat dilongok detikTravel gua ini memang tidak besar dan dalam. Sayangnya, aksi corat-coret pengunjung nakal, merusak keindahan gua ini. Bentuk gua membuatnya cocok sebagai tempat pertapaan di zaman dulu. Itu sebabnya tempat ini menjadi petilasan Sunan Kalijaga. Gua Kreo juga menyimpan kisah mistis lho!
Alkisah, Sunan Kalijaga dan para santrinya membawa kayu jati besar ke Demak. Kayu jati itu terjepit ke tebing saat dibopong. Sunan Kalijaga pun memutuskan beristirahat dulu di dalam gua. Saat itulah datang 4 monyet gaib yang masing-masing bulunya putih, merah, kuning dan hitam.
Monyet-monyet itu membantu Sunan Kalijaga dan para santrinya mengangkat kayu jati yang akhirnya terpaksa dibelah dua, agar bisa dibawa. Monyet-monyet ini tadinya meminta ikut ke Demak, namun Sunan Kalijaga memerintahkan mereka 'mengreho' alias menjaga sungai dan gua. Itulah asal muasal nama Sungai Kreo dan Gua Kreo.
Waduk Jatibarang ditambah dengan Gua Kreo bisa menjadi destinasi baru wisatawan yang ingin liburan di Semarang. Jika Kota Semarang dirasakan terlalu panas, menepi saja ke sini untuk menikmati rimbunnya pepohonan, waduk yang menyejukan dan gua yang menarik untuk difoto.
(Faela Shafa/Fitraya Ramadhanny)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama