Warisan Jawa yang Mengagumkan di Museum Ullen Sentalu, Yogya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Warisan Jawa yang Mengagumkan di Museum Ullen Sentalu, Yogya

Johanes Randy - detikTravel
Senin, 24 Agu 2015 09:20 WIB
Warisan Jawa yang Mengagumkan di Museum Ullen Sentalu, Yogya
Pelataran dengan salah satu kisah yang ditata miring (Randy/detikTravel)
Yogyakarta - Liburan ke daerah Kaliurang di Yogyakarta, jangan lupa mampir ke Museum Ullen Sentalu. Terletak di kaki Gunung Merapi, museum tersebut menyimpan berbagai koleksi budaya Jawa dari zaman Mataram kuno yang mengagumkan.

Berada di daerah Kaliurang, Yogyakarta tersembunyi sebuah harta karun yang bernama Museum Ullen Sentalu. Tidak mengapa, museum tersebut memang terletak sedikit tersembunyi dan berjarak sedikit jauh dari jalan utama Kaliurang. Namun ternyata, museum tersebut begitu unik layaknya harta karun.

Ketika traveler tiba di parkiran museum, rasanya masih sulit untuk menerka di mana letak bangunan yang disebut-sebut menyimpan berbagai koleksi budaya jawa tersebut. Faktanya, Museum Ullen Sentalu yang dimiliki oleh Keluarga Haryono ini memang dibuat sedikit tertutup di bagian luar, namun megah di dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum masuk, traveler diharuskan membeli tiket seharga Rp 30 ribu terlebih dulu. Setelah itu barulah pengunjung akan dikelompokkan dalam grup oleh pemandu, sebelum akhirnya diizinkan untuk masuk ke dalam museum. Alasannya agar lebih mudah bagi pemandu untuk mengorganisir tamu.

Namun perlu diingat, pengunjung museum hanya diperkenankan untuk mengambil foto di daerah yang diperkenankan saja. Memasuki museum, traveler seakan dibawa memasuki pekarangan taman yang begitu indah. Letak museum yang berada di kaki Gunung Merapi juga membuat udara begitu sejuk dan khidmat.

Mengikuti pemandu, traveler akan dibawa masuk ke dalam ruang tersembunyi yang terletak di bawah tanah. Di ruang pertama itu traveler akan diperkenalkan tentang makna Museum Ullen Sentalu yang berarti adalah untuk menerangi layaknya nyala blencong dalam bahasa Jawa.

Sedikit bergeser ke bagian kanan, terlihat koleksi warisan budaya Jawa yang berupa peralatan gamelan, arca Hindu Buddha, hingga lukisan berukuran besar yang menceritakan para tokoh Jawa yang umumnya berasal dari keluarga kalangan keraton.

Setelah itu traveler akan diajak oleh pemandu untuk menyusuri lorong yang dihiasi oleh berbagai foto kenangan dan lukisan dari para Raja Jawa beserta kerabat. Pemandu pun dengan sabar menceritakan kisah di balik setiap foto, sambil sesekali diselingi oleh candaan yang menghibur.

Berikutnya traveler akan dibawa menyusuri semacam labirin yang terbuat dari batu. Di dalamnya terdapat beberapa ruang terpisah yang menyimpan koleksi surat, batik kuno, hingga berbagai atribut yang dahulu digunakan oleh keluarga kerajaan langsung. Semuanya tertata rapi di balik jendela kaca dan penerangan sederhana.

Usai berkeliling labirin, sang pemandu akan menawarkan minuman jamu yang resepnya dibuat sendiri oleh salah satu putri Solo. Dipercaya jamu tersebut berkhasiat manjur agar peminumnya awet muda. Tapi yang pasti, jamu tersebut sangat pas untuk mengisi dahaga di siang hari.

Setelah dari labirin, traveler akan dibawa masuk ke satu ruang kaca yang menampilkan patung kuningan dan lukisan tentang budaya Jawa. Di akhir tur, traveler dapat melihat salah satu potongan kisah dari Candi Borobudur yang sengaja ditaruh miring. Hal tersebut melambangkan kepedulian para pemuda sekarang akan budaya Jawa yang kian luntur.

Mencapai penghujung acara, pemandu akan mengajak para peserta rombongan untuk foto bareng di pelataran museum. Tapi pengunjung pun tidak diperkenankan untuk kembali lagi ke ruangan yang telah dilalui, jadi sekali jalan saja.

Bisa dibilang kalau Museum Ullen Sentalu tidak hanya menyimpan koleksi warisan budaya Jawa, namun tahu bagaimana harus mengemas museum dengan begitu unik untuk kenyamanan para pengunjung museum. Jujur, berkunjung ke Museum Ullen Sentalu tidak membosankan layaknya berkunjung ke museum lain di Indonesia pada umumnya. Salut!

Cara ke sana:

Jika ingin berkunjung, Museum Ullen Sentalu terletak di Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Yogyakarta. Rutenya searah dengan Museum Gunung Merapi, namun masih sedikit lebih jauh ke atas. Cara terbaik untuk mencapainya adalah dengan kendaraan pribadi.

Setiap harinya Museum Ullen Sentalu buka dari pukul 08.30-16.00 WIB dari Selasa-Jumat, dan 08.30-17.00 WIB pada weekend. Adapun museum tutup pada hari Senin, dan tur terakhir diadakan 30 menit sebelum jam tutup museum. Sedangkan harga tiketnya adalah Rp 30 ribu untuk dewasa, dan Rp 15 ribu untuk anak umur 5-16 tahun.

(rdy/Aditya Fajar Indrawan)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads