Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah masjid tertua di Cirebon, yang dibangun Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga. Selain terdapat mimbar dan mihrab, di dalamnya terdapat 'kerangkeng' dari kayu tempat salat para sultan.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa, atau biasa disebut Masjid Agung Cirebon dibangun pada 1480. Meski berusia ratusan tahun, hampir semua bagian di masjid ini masih utuh dan berfungsi sampai sekarang. Termasuk, dua buah 'kerangkeng' dari kayu yang terdapat di bagian dalam masjid.
'Kerangkeng' ini bernama Maksurah. Masjid Agung Sang Cipta Rasa berlokasi di depan Keraton Kasepuhan, sehingga menjadi masjid tempat beribadahnya keluarga keraton. Tak hanya Kasepuhan, tapi juga Keraton Kanoman. Cirebon memiliki 3 keraton utama yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu Maksurah terletak di shaf paling depan, sementara satu Maksurah lainnya terdapat di shaf paling belakang. Maksurah depan digunakan untuk tempat salat Sultan Sepuh sebutan untuk keluarga Kasepuhan. Sementara Maksurah belakang digunakan untuk tempat salat Sultan Anom untuk keluarga Kanoman.
Selain Maksurah, bagian dalam Masjid Agung Sang Cipta Rasa juga punya mihrab dan mimbar tua yang bersejarah. Masjid ini juga punya tradisi unik yakni Azan Pitu, adzan yang dikumandangkan oleh 7 muadzin sekaligus. Jangan lewatkan masjid ini saat berkunjung ke Cirebon ya!
BACA JUGA: Di Masjid Agung Cirebon, Adzan Dikumandangkan 7 Orang!
(rdy/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica