Tenun ikat adalah kain yang dibuat dengan proses menenun. Masyarakat Indonesia bagian tengah dan timur seringkali memiliki tradisi ini, termasuk di Pulau Alor, NTT.
Di pulau eksotis tersebut, sentra tenun ikat berada di Kecamatan Alor Barat Laut. Nama tempatnya 'Gunung Mako', tepatnya terletak di Dusun Hula, Desa Alor Besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembuatan kain tenun ini dilakukan secara manual. Mulai dari proses ikat untuk pembentukan motif, sampai pencelupan warna yang dilakukan berulang-ulang. Ini karena satu warna saja butuh waktu selama 2-3 hari untuk pengeringan.
Kemudian, benang-benang yang sudah diikat ini akan ditenun untuk menjadi sebuah kain sarung. Nah, bayangkan, itu baru proses awalnya. Untuk menjadi kain sempurna, tiap penenun butuh waktu sedikitnya 3 bulan.
Tak heran, kain tenun jadi oleh-oleh wajib wisatawan yang berkunjung ke NTT. Anda juga bisa mengobrol dengan para penenun yang sudah melakukan tradisi tersebut selama puluhan tahun.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib