Adalah Siti Laela (53), salah seorang pengusaha Batik Betawi Terogong di Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Wanita asli Betawi ini, menjelaskan mengenai sejarah tentang batik Betawi.
"Batik Betawi ini sudah ada sejak zaman dulu. Tapi, hilang pamornya di tahun 1970-an," katanya kepada detikTravel, di Kampung Batik Betawi Terogong, Jl Terogong III No 27, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu bukan batik Betawi namanya tapi batik Jakarta. Motifnya juga dulu kebanyakan burung hong yang sekarang sudah punah, gigi buaya dan kain bertumpal pucuk rebung," papar Laela.
Laela melanjutkan, di tahun 1970 pemerintah Ibukota Jakarta melarang industri batik. Sebab, Jakarta merupakan kota berkembang dan metropolitan sehingga ditakutkan limbah batik dapat merusak lingkungan. Maka sejak saat itulah, pelan-pelan batik di Jakarta hilang.
Lain dulu lain sekarang, sejak tahun 2011, Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi menghidupkan lagi kerajinan batik dengan pelatihan secara cuma-cuma. Laela, yang juga merupakan seorang PNS ini tergerak hatinya.
"Saya sebagai orang Betawi, merasa terpanggil untuk ikut program tersebut. Alhamdulillah, sejak 2012 Batik Betawi Terogong ini berdiri dan terus eksis sampai sekarang," paparnya.
Penasaran dengan apa saja motif Batik Betawi Terogong? Atau, mungkin kamu ingin datang ke sana untuk bersantai di saung dan mencoba mencanting batik? Tonton videonya berikut ini:
(aff/adf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah