Didi Wannee, Head of Marketing Green Island, pun menceritakan awal mula berdirinya tempat ini kepada detikTravel, Sabtu (17/10/2015) lalu. Green Island sebenarnya berangkat dari gerakan peduli lingkungan yang digagas masyarakat lokal akibat efek negatif reklamasi pulau Serangan.
"Semua ini bermula dari reklamasi Pulau Serangan di tahun 1996-1998, dari yang semula 112 Hektar menjadi 481 hektar. Efek dari reklamasi itu, terumbu karang jadi rusak karena tertutup lumpur dan pasir. Nelayan juga susah dapat ikan. Oleh karena itu, kita gagas upaya konservasi terumbu karang di sini," ujar Didi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Wahyu/detikTravel)
Sejak tahun 2000, I Wayan Patut sudah mulai menanam terumbu karang di sekitar Pulau Serangan, dan baru pada tahun 2011 dia diganjar penghargaan Kalpataru oleh mantan presiden SBY. Seuatu buah manis atas perjuangan yang ia lakukan untuk 'menghijaukan' kembali alam bawah laut Pulau Serangan.
Kini bersama Green Island, traveler bisa berwisata sambil belajar melestarikan alam dengan menanam terumbu karang di sekitar wilayah Pulau Serangan. Traveler akan diajak menanam bibit terumbu karang yang sudah dibubuhi nama traveler, ke beberapa titik yang sudah ditentukan. Semua itu sudah termasuk ke dalam paket wisata yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola.
"Kami memang menyediakan paket wisata konservasi menanam terumbu karang, itu sudah termasuk paket aktivitas yang bisa dilakukan seperti main kano, dan masih banyak yang lain, termasuk 1 aktivitas watersport seperti banana boat, dan sebagainya," kata Didi.
Lebih serunya lagi, di Green Island traveler bisa mencoba aneka watersport seru seperti flying fish, banana boat, parasiling, main jetski, seawalker, hingga diving. Semua dilengkapi dengan pemandu yang profesional. Kapal yang digunakan juga milik penduduk lokal sehingga ekonomi warga setempat juga bisa diberdayakan.
(Wahyu/detikTravel)
Tak hanya itu, ada juga penangkaran kuda laut, kegiatan pelepasan anakan penyu, bahkan hingga ada area konservasi hiu. Semua dilakukan di area lepas pantai berupa karamba apung. Ada juga restoran di karamba terapung, dimana traveler bisa menikmati hidangan seafood yang segar setiap harinya.
"Tahun 2015 ini kami sedang dalam proses mengurus perizinan ke pihak pemda agar pengelolaannya berada di bawah badan usaha milik kami sendiri. Nantinya kita akan open untuk semua market, tidak hanya khusus untuk turis Tiongkok saja, tetapi terbuka untuk semuanya termasuk turis lokal juga," ucap Didi.
Wisata konservasi dan watersport Green Island Bali terletak di Jl Pulau Serangan, Denpasar Selatan Bali. Tempat ini dapat dijangkau dengan mudah melalui jalur darat menggunakan mobil. Tak ada salahnya mencoba watersport di Green Island sambil melakukan usaha konservasi terumbu karang di sini, bila merasa Tanjung Benoa sudah terlalu padat oleh turis.
(rdy/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru