Umumnya, arsitektur masjid di Jawa bergaya Jawa atau Timur Tengah, yang terbaru bergaya minimalis. Namun pernahkah Anda melihat masjid bergaya art deco, arsitektur era kolonial Belanda?
Masjid Cipari adalah contoh yang unik. Masjid ini memakai gaya art deco, lengkap dengan menara ala gedung kantor Belanda atau gereja Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarahnya, Masjid Cipari juga berfungsi sebagai pesantren yang diketuai oleh Kyai Haji Abdul Kudus dan Kyai Haji Yusuf Tauziri. Di kalangan para pemuka agama Garut, masjid tersebut juga menjadi salah satu basis perkumpulan organisasi Sarekat Islam.
Pada zaman kolonial, masjid tersebut juga pernah berfungsi sebagai tempat latihan perang, basis pertahanan hingga dapur umum. Kini bangunan bersejarah tersebut kembali pada fungsi awalnya sebagai masjid dan madrasah.
Menara Masjid Cipari (kemdikbud.go.id)
Sedangkan dari segi arsitektur, Masjid Cipari memiliki bentuk segi empat. Di bagian tengah atap masjid bukanlah kubah, melainkan menara dengan puncak berbentuk kubah berwarna emas. Padahal biasanya, menara masjid ada di bagian sudut, atau terpisah dari bangunan utama.
Traveler yang ingin berkunjung bisa masuk ke dalam masjid melalui pintu yang terdapat di sisi utara, selatan, dan timur. Pintu masuk masjid pun cukup unik, yakni berupa pintu geser dari kayu.
Selain unik, Masjid Cipari merupakan bangunan cagar budaya yang dilestarikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta masyarakat sekitar.
Cara ke sana:
Traveler dapat mencapainya dengan naik kendaraan umum dari Terminal Cileunyi Bandung ke Terminal Ciawitali di Garut dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Kemudian lanjut naik angkutan kota satu kali jurusan Wanaraja sekitar 50 menit dan naik ojek selama 10 menit.
(@GNFI/Twitter)
(rdy/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah