"Ini tengkoraknya sebenarnya sama dengan tengkorak manusia biasa. Hanya saja, punya retakan vertikal di atas kepalanya dan itu sangat rapi," kata Thommy Papuling, pemandu Museum Siwalima kepada detikTravel pekan lalu.
Tengkorak Keramat ini ada di Museum Siwalima, Ambon dibagian zaman pra sejarah Maluku, yang mana tersimpan di dalam satu kotak kaca besar. Selain tengkoraknya, ada benda-benda lain yang pada zaman dulu disembah dan dipuja. Tepatnya ketika, agama belum masuk ke Maluku dan penduduknya masih menyembah leluhur dan semacamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tengkorak keramat di Museum Siwalima (Afif/detikTravel)
Kembali ke soal tengkorak keramatnya, ada empat tengkorak yang dipajang di sana dengan bentuk yang masih bagus. Seperti kata Thommy, bagian atas kepalanya memang terdapat retakan yang membentuk garis vertikal secara lurus. Retakannya dari tulang hidung sampai ke belakang kepala.
"Tengkorak ini disebut tengkorak keramat dan kami dapatkan di Pulau Buru. Di sana, tengkorak ini disembah atau dipuja untuk berdoa," lanjut Thommy menjelaskan.
Dia juga menambahkan, jumlah tengkorak keramat di Pulau Buru tidaklah sedikit. Tengkorak-tengkoraknya pun sebenarnya adalah tengkorak dari jenazah para leluhur di Pulau Buru. Entah sebagai ketua adat atau dipercaya sebagai orang 'pintar'.
Bekas retakan di bagian atas tengkoraknya (Afif/detikTravel)
"Tengkorak ini asli kami dapatkan langsung. Yang bikin para peneliti bingung, mengapa sampai ada retakan seperti itu. Apakah untuk mengambil isi otak atau yang lain sebagainya. Itu masih jadi misteri," ujar Thommy.
Museum Siwalima berlokasi di Jl Taman Makmur, Kecamatan Nisa Niwe, Kota Ambon. Dengan tiket masuk Rp 3 ribu, traveler akan mengetahui lebih banyak sejarah, cerita dan budaya Maluku.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun