Jika melancong ke Palembang, selain membeli pempek untuk dibawa pulang, oleh-oleh khasnya yang lain pastilah Kain Songket. Salah satu tempat yang bisa traveler tuju untuk berbelanja songket yaitu sebuah toko suvenir bernama Fikri Collection yang beralamat di Jalan Ki Ronggo Wirosentiko 500, Palembang, Sumatera Selatan.
Selain bisa berbelanja oleh-oleh kain songket, traveler yang berkunjung ke sini bisa juga melihat-lihat aneka jenis dan motif kain songket yang berwarna-warni. Salah satu koleksinya yang paling menarik tentu saja kain songket berusia 100 tahun dan masih tetap utuh hingga sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kain songket seharga Rp 45 Juta (Wahyu/detikTravel)
Kain tersebut berwarna merah marun, dengan motif khas Palembang berbentuk bunga matahari. Di bagian tengahnya ada motif lagi yang terbuat dari benang emas. Kain ini tampak cantik sekali, namun karena harganya yang mahal pasti bukan orang sembarangan yang bisa berbelanja kain songket ini. Siapa saja ya kira-kira yang sanggup membeli kain songket tersebut?
"Seperti ini ada yang beli. Biasanya artis atau pejabat. Ibu Okke, istrinya Pak Hatta Rajasa pernah ke sini," ucap Reyvi.
Selain kain istimewa tersebut, ada juga kain songket yang berusia sedikit lebih muda di bawahnya. Usianya sekitar 60 tahun. Kalau kain yang satu ini, harganya masih sedikit lebih murah, sekitar Rp 35 Juta.
"Yang ini usianya 60 tahunan. Harganya Rp 35 Juta. Karena sudah tua, ada bolongnya sedikit karena rayap, tetapi masih bisa dipakai. Biasanya seperti ini untuk koleksi," imbuhnya.
Kain-kain berusia tua dan langka tersebut disimpan dalam sebuah lemari kaca agar tetap awet. Meski memutuskan untuk tidak berbelanja, tetapi melihat aneka motif kain songket khas Palembang yang beraneka warna di Fikri Collection menjadi pengalaman tersendiri untuk traveler.
Yang ini berusia 60 tahun, harganya Rp 35 Juta (Wahyu/detikTravel)
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah