detikTravel berkesempatan mengunjungi Rumah Limas khas Sumatera Selatan yang berada di bagian belakang Museum Balaputra Dewa, Palembang pekan lalu. Selain berfoto di bagian depan rumah, detikTravel juga masuk ke dalam dan melihat aneka benda unik yang tersimpan di sini.
1. Timbangan Cinta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Wahyu/detikTravel)
Benda unik pertama yang bisa traveler lihat adalah Timbangan Cinta. Timbangan ini bukanlah timbangan biasa, karena yang satu ini digunakan untuk keperluan ritual adat pernikahan di kalangan bangsawan Palembang. Beny Pramana Putra, pemandu yang menemani detikTravel berkeliling pun menjelaskan fungsi timbangan ini
"Timbangan ini dulu digunakan untuk ritual adat pernikahan bangsawan Palembang. Mempelai Pria duduk bersimpuh di depan salah satu sisi timbangan, sementara di sisi lain timbangan ada Al Quran. Mempelai Pria akan menaruh tangan di timbangan sampai seimbang sambil bersumpah setia kepada mempelai wanita," ujar Beny.
Tradisi ini bertahan di kalangan bangsawan Palembang. Namun untuk kalangan masyarakat biasa, sudah banyak yang meninggalkan tradisi seperti ini.
2. Grobog Leket
(Wahyu/detikTravel)
Benda kedua yaitu Grobog Leket, benda ini adalah sebuah lemari yang sangat fungsional dan efisien karena letaknya yang menyatu dengan dinding rumah. Grobog Leket biasanya digunakan untuk menyimpan perabotan porselain atau pun benda pecah belah lainnya.
Grobog Leket biasanya dihias dengan ukiran kayu bermotif khas Palembang. Warnanya pun khas, emas menyala itu menjadi bukti bahwa Palembang masih menyimpan nuansa kebesaran Kerajaan Sriwijaya di masa lampau.
3. Meja Kursi Ratu Belanda
(Wahyu/detikTravel)
Di dalam ruang tamu Rumah Limas terdapat 1 set meja dan kursi tamu. Tapi bukan sembarangan meja dan kursi, karena yang satu ini pernah diduduki oleh Ratu Beatrix dan Pangeran Willem dari Belanda. Bangsawan Kerajaan Belanda ini tercatat pernah mengunjungi Rumah Limas sekitar tahun 1993.
"Museum ini pernah dikunjungi Ratu Beatrix dari Belanda. Mereka pernah duduk di kursi ruang tamu ini," ucap Beny.
4. Radio Tahun 1896
(Wahyu/detikTravel)
Selanjutnya ada Radio Kuno buatan tahun 1896 yang percaya tidak percaya, masih bisa berfungsi hingga sekarang. Radio kuno ini menyatu dengan Gramophone, alias pemutar piringan hitam. Namun sayang, pemutar piringan hitam tersebut sudah rusak dan tidak bisa berfungsi lagi.
"Ini Radio masih bisa menyala, tapi dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mencari frekuensinya. Buatan tahun 1896," imbuh Beny.
5. Piano Kuno
(Wahyu/detikTravel)
Benda unik berikutnya yaitu sebuah piano klasik yang menggunakan senar sebagai sumber utama suaranya, karena jaman dulu memang belum kenal dengan instrumen elektronik. Piano ini masih bisa dimainkan, namun bunyinya sedikit lebih 'cempreng' jika dibandingkan dengan piano biasa.
6. Sarung Bantal Penyimpan Uang
(Wahyu/detikTravel)
Terakhir, ada sarung bantal yang digantung di langit-langit kamar pengantin. Sarung bantal ini bukan sekadar ornamen penghias, namun berfungsi sebagai tempat penyimpanan uang.
"Masyarakat Palembang dulu kalau menyimpan uang ditaruh begitu saja di dalam sarung bantal. Ada yang digantung juga, biar lebih aman," tutup Beny.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun