Adanya area hutan di tengah kota yang padat dengan gedung pencakar langit tentu bisa jadi tempat menyenangkan untuk tamasya. Tidak heran, Central Park di New York sering menjadi tolak ukur sebuah hutan kota di tengah kepungan gedung pencakar langit.
Dari informasi yang dikumpulkan detikTravel, Selasa (23/2/2016) Central Park merupakan kawasan hutan kota yang luasnya mencapai 340 hektar. Tempat ini menjadi ikon kebanggaan masyarakat New York dan termasuk salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi turis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Central Park di New York (Indra/detikTravel)
Biasanya pengunjung banyak yang olahraga, yoga atau sekadar duduk-duduk sambil menikmati suasana di bangku taman. Suasana makin meriah dengan adanya pengamen yang memainkan musik latin atau jazz.
Central Park yang indah ini juga seringkali dijadikan lokasi syuting film Hollywood. Lokasi favorit adalah Bethesda Terrace yang merupakan alun-alun dengan air mancur dan patung malaikat. Film superhero The Avengers pun syuting di Bethesda Terrace.
![]() |
Bethesda Terrace (Indra/detikTravel)
Selain fasilitas lengkap dan tempatnya indah, kebersihan Central Park juga tak perlu diragukan lagi. Berbagai sisinya tampak bersih dan ada tong sampah yang diletakkan di banyak tempat. Wisatawan yang berkunjung pun pasti senang dan merasa nyaman.
Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Rencananya, Jakarta bakalan punya hutan kota di tengah gedung-gedung tinggi kawasan Senayan. Senayan Golf Driving Range yang berada di ruas Jl Sudirman sudah resmi ditutup tanggal 1 Februari 2016 dan akan disulap menjadi hutan kota. Tentunya asyik sekali jika bisa dibuat sekeren Central Park New York.
Luas area calon hutan kota tersebut mencapai 4,6 hektar. Nantinya, area tersebut akan ditanami pohon-pohon besar dan langka. Hutan kota pun akan terhubung dengan MRT, sehingga turun dari MRT bisa langsung menikmati keindahannya.
![]() |
(Rengga/detikTravel)
Asyiknya lagi, setelah selesai dibuat hutan kota bisa dimasuki warga Jakarta dan turis tanpa dipungut biaya. Tempat ini pun bisa menjadi alternatif lokasi tamasya di ibukota yang tidak bikin kantong bolong.
Semoga hutan kota Senayan bisa senyaman hutan kota Central Park di New York. Karena, Jakarta sekarang lebih butuh pohon daripada beton. (krn/fay)















































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun