Selasar Sunaryo adalah sebuah bukti nyata, betapa kreativitas seniman mampu membawa dampak perubahan yang positif di tengah masyarakat. Instalasi seni kini mendapat tempat, dan dapat dinikmati secara positif oleh pengunjung, serta menggerakkan pariwisata ke arah yang lebih baik.
Selasar Sunaryo Art Space (SSAS), begitulah nama lengkap destinasi ini. Galeri sekaligus ruang seni tersohor di Bandung tersebut, didirikan oleh Sunaryo, seniman kontemporer sekaligus mantan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB). detikTravel pernah berkunjung ke sini 2 minggu yang lalu, dan merasakan sendiri asyiknya nongkrong di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua sejoli sedang ngopi di Kopi Selasar (Wahyu/detikTravel)
Selain galeri seni, Selasar Sunaryo juga menyediakan kafe yang asyik untuk tempat nongkrong. Kafe ini bernama Kopi Selasar. Mayoritas pengunjungnya anak-anak muda yang berasal dari Bandung, serta Jakarta.
Kafe Selasar sendiri terletak di depan Ruang B dan Ruang Sayap. Di bawahnya ada amphitheater untuk menonton pertunjukan seni, maupun pemutaran film. Tak jauh dari Kopi Selasar ada toko cinderamata. Lengkap!
Traveler bisa menikmati aneka sajian kopi, coklat, maupun teh, baik dingin maupun hangat sama-sama nikmat. Jangan lupa juga memesan aneka makanan ringannya, seperti kentang goreng, sandwich, serta pasta. Harganya standar kafe, mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribuan.
Yang paling asyik tentu saja menikmati suasana Bandung yang sejuk sembari mengobrol santai bersama sahabat, atau orang terkasih. Apalagi pemandangan di Kopi Selasar sangat aduhai, menghadap ke bukit yang hijau. Ngopi sambil ngobrol jadi makin sedap.
Long weekend ini memang asyik untuk bepergian ke luar kota, traveler yang memilih Bandung jangan lupa mampir ke Kopi Selasar. Selasar Sunaryo berlokasi di Jalan Bukit Pakar Timur No.100, Dago Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tak jauh dari Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda. Asyik bukan?
Suasana Kopi Selasar (Wahyu/detikTravel)
(/)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong