Meski belum diresmikan, foto-foto dan video jembatan yang menelan biaya pembangunannya Rp 199 Miliar itu sudah beredar di sosial media. Video atau jembatan air mancur menari yang direkam menggunakan drone juga sudah menghiasai media sosial.
Bahkan setiap akhir pekan dan liburan banyak masyarakat yang mendatangi lokasi jembatas yang berada di utara Pantai Kenjeran itu. Mereka sebagian penasaran dengan keindahan air mancur menari yang beberapa kali sudah diuji coba tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Namun Risma mengaku tidak akan mengumumkan tanggal peresmiannya. Risma punya alasan untuk tidak meresmikan jika tujuan awal pembangunan jembatan ituΒ belum terwujud.
"Saya kepingin kalau nanti kawasan ini jadi, warga di sini yang menikmati. Itu yang pertama, karena itu kalau saya tidak bisa mengangkat derajat warga nelayan ya untuk apa membangun seperti itu," katanya.
Risma memang menyiapkan kawasan Bulak menjadi jujugan wisata baru di Surabaya. Di Bulak ini, telah dibangun Sentra Ikan Bulak (SIB), taman bermain anak-anak yang dilengkapi arena futsal, serta jembatan air mancur menari.
Bahkan di depan SIB saat ini tengah pengerjaan proyek pembangunan taman yang dilengkapi patung Suro dan Boyo terbesar di Surabaya. Tinggi patung itu mencapai 25 meter.Β "Iki embahe patung Suroboyo," kata Camat Bulak Suprayitno.
Tak hanya itu, jalan raya pun sudah dilebarkan menjadi dua jalur. Dan nantinya kawasan Bulak ini bisa dituju dari kawasan Suramadu setelah proyek pelebaran jalan sudah rampung.
Untuk menjadi kawasan wisata baru, warga nelayan di Desa Bulak Cumpat pun sudah menyambut dengan mengecat rumah mereka aneka warna. Pengecatan rumah berwarna ini diawali saat event Bulak Fest 2016 tanggal 10 April lalu. Saat ini dari kejauhan rumah-rumah nelayan menjadi menarik ditonton.
"Surprise saya melihat bagus-bagus begitu," kata Risma.
Yang membuat Risma gembira adalah Sentra Ikan Bulak yang dibagun 3 tahun lalu kini menjadi ramai. Para pedagang ikan segar, ikan asap serta olahan ikan sudah berbondong-bondong masuk SIB.
Sebelumnya para pedagang ini masih ada yang jualan di pinggir jalan yang tentunya sangat mengganggu kendaraan yang milintas. "Warga di Bulak harus naik derajatnya, pembangunan kawasan ini untuk mereka. Mereka yang harus menikmati," kata Risma.
Jadi nantinya, para wistawan bisa mengunjungi jembatan air mancur menari kemudian belanja ikan di SIB serta bisa juga jalan-jalan melihat kampung nelayan yang juga menyediakan perahu untuk keliling pesisir.
"Ayo ke Bulak, lihat sunrise yang tak kalah indah dan belanja ikannya juga," ajak Risma.
Memang diakui, keindahan sunrise di kala pagi dari Kawasan Bulak ini cukup keren. Keindahan sunrise dipadu dengan jembatan air mancur menari atau aktivitas nelayan sangat eksotik, Tak ayal sekarang para fotografer dari berbagai komunitas sudah berdatangan ke Bulak.
Drone Ekspedisi Langit Nusantara yang diterbangkan dari bagian barat Indonesia berkeliling sekitar Surabaya pada hari ini, Kamis (5/5). Traveler bisa melihat seperti apa pemandangan yang tertangkap kamera drone melalui layanan streaming atau rekaman di sini. Ayo ikuti Ekspedisi Langit Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia! (fay/fay)













































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru