Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Mei 2016 19:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Asyik, Pasuruan Kini Punya Wisata Petik Mangga

detikTravel
Mangga khas Pasuruan (Muhajir Arifin/detikTravel)
Pasuruan - Ingin membeli mangga langsung petik pohon? Wisatawan bisa datang ke Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah kebun mangga di wilayah ini jadi 'toko mangga petik pohon'.

Pembeli bisa memilih sesuka hati mangga mana yang diingini dan menikmati langsung buah petik pohon di bawah rindangnya pepohonon. Seru kan?

Wisata petik mangga langsung di pohon ini paling banya bisa dilakukan bulan Oktober hingga November. Namun di luar bulan tersebut tetap bisa didapatkan buah mangga di Kecamatan Rembang.

Lokasi yang bisa dikunjungi antara lain kebun mangga Klonal 21 milik Sutomo (65). Kebun mangga ini berada di Dusun Watulunyu, Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang.


Mangga yang ranum (Muhajir Arifin/detikTravel)

Seperti apa Mangga Klonal 21? Mangga ini hasil budidaya kelompok Tani dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Pasuruan.

"Mangga klonal 21 sudah memperoleh Sertifikat Prima III, yakni aman pangan. Kalau sudah dapat sertifikat ini, setiap buahnya sudah bisa diberi label berupa stiker. Mangga Klonal 21 juga bisa dijual di pasaran internasional," kata Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Doddy Setiawan, Rabu (11/5/2016).

Doddy menyebut, untuk bisa dikenal sebagai 'Mangga Pasuruan' di pasaran luar daerah, Klonal 21 membutuhkan proses branding sejak 2007. Meskipun, mangga ini sudah digagas sejak 1994.

"Sekarang orang sudah tahu, kalau mangga itu ya dari Pasuruan. Orang sudah tahu kalau mangga klonal 21 bisa dimakan dengan cara diputar dan disendok seperti alpukat," jelasnya.

Klonal 21 ditanam petani di Kecamatan Rembang sebanyak 3.000 pohon, Sukorejo sebanyak 2.500 pohon, Wonorejo sebanyak 2.500 pohon, Purwosari 500 pohon, Pasrepan 1.500 pohon dan paling banyak di Grati mencapai 49.000 pohon.

"Mangga gadung klonal 21 masak pohon bisa dinikmati di Desa Oro-oro Ombo Kulon dan Oro-oro Ombo Wetan serta di Desa Wonokerto, Sukorejo," pungkas Doddy.


(Muhajir Arifin/detikTravel)

Kembali soal wisata petik mangga, Anda bisa berputar memilih mangga yang akan dinikmati di lahan seluas 1,5 hektar milik Sutomo. Tentu saja, pengunjung bebas memilih mangga mana yang akan dibeli, untuk selanjutnya dimakan di tempat atau dibawa pulang.

"Kalau beli di kebun, pasti kami korting. Kami juga beri bonus buah mangga lagi," kata Sutomo, di kebun mangganya.

Setiap mangga yang dipilih untuk dimakan atau dibeli ditimbang terlebih dulu. Harganya bergantung kualitas. Untuk kualitas super atau grade A dijual pada kisaran Rp 30.000 per kilo gram, grade B seharga Rp 25.000 per kilo gram dan grade C Rp 15.000 per kilo gram.

Sutomo mengatakan harga mangga gadung klonal 21 memang lebih mahal dari jenis lain karena. Pemeliharaan lebih sulit, khususnya bagaimana bisa memanen mangga di luar musim mangga pada umumnya.

"Selain Oktober-November, bisa juga dipanen pada Juli-Agustus, tapi harus telaten perawatannya agar mangga terus berbuah," jelasnya.

Selain, pembeli yang datang, Sutomo juga memenuhi permintaan dari berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Batam hingga Papua.

"Bahkan beberapa kali pengunjung asal Hong Kong datang langsung untuk merasakan asyiknya memetik buah mangga langsung dari pohonnya," terangnya.





(shf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA