Keunikan itu pun dapat traveler jumpai di Gua Parat yang masuk dalam Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat. Menariknya, kedua stalaktit yang tampak seperti kemaluan pria dan wanita itu terbentuk secara alami dan bukan dibuat-buat.
Setibanya di depan Gua Parat, saya pun diajak oleh pemandu setempat bernama Yahya yang asli Pangandaran. Dengan membayar Rp 20 ribu, Yahya pun meminjami saya senter dan memberi briefing singkat seputar stalaktit tersebut sebelum masuk ke dalam gua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituntun oleh Yahya, saya pun mengikutinya dari belakang. Sedikit berbeda dengan caving pada umunya, saya tidak dibekali dengan helm dan lainnya selain senter. Dijelaskan juga kalau guanya tidak dalam dan terhubung dengan akses masuk lain.
Interior gua (Randy/detikTravel) |
Untungnya interior gua semakin melebar di dalam. Udara di dalam gua pun cenderung sejuk dan tidak berbau asam walau ada banyak kelelawar di atas gua. Alasannya terletak pada sisi lain gua yang punya pintu lebih lebar dan berada tepat di tepi pantai.
"Nah, ini pak batu kemaluannya. Dari sisi ini lebih jelas," ujar Yahya sambil menyorot senternya ke batu tersebut.
Stalaktit berbentuk penis (Randy/detikTravel) |
Stalaktit berbentuk vagina (Randy/detikTravel) |
"Fotonya harus pakai flash biar kelihatan, Aa mau saya fotoin?" ajak Yahya.
Keunikan tersebut memang membuat wisatawan tertarik untuk mengabadikan diri dengan latar batu stalaktit tersebut. Berhubung saya hanya ingin melihat dan mengabadikan batu tersebut, saya pun menolak halus tawaran Yahya.
Stalakmit berbentuk bejana (Randy/detikTravel) |
Bagi Anda yang berkunjung ke Cagar Alam Pangandaran, mungkin saja tertarik untuk melihat batu stalaktit berbentuk kemaluan tersebut. Aneh tapi nyata.
(rdy/fay)












































Interior gua (Randy/detikTravel)
Stalaktit berbentuk penis (Randy/detikTravel)
Stalaktit berbentuk vagina (Randy/detikTravel)
Stalakmit berbentuk bejana (Randy/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah