Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 05 Agu 2016 19:13 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menilik Peninggalan Perang Dunia II di Morotai

Kurnia Yustiana
detikTravel
Monumen Jenderal MacArthur (Fanny Kristiadhi/ACI)
Morotai - Di balik keindahan alam Morotai, terselip kisah sejarah Perang Dunia II. Dulu Morotai, tepatnya di Pulau Zum-zum sempat dijadikan sebagai basis pertahanan tentara Sekutu.

Liburan ke Pulau Zum-zum, Morotai, Maluku Utara, traveler tak hanya bisa wisata bahari, tapi juga sejarah. Kalau dari Daruba, ibukota Kabupaten Morotai, pulau tersebut bisa dicapai dengan perahu sekitar 15 menit.

Ditengok detikTravel dari situs Pemkab Morotai, Jumat (5/8/2016), Jenderal Douglas MacArthur yang saat itu memimpin tentara Amerika Serikat menjadikan Pulau Zum-zum sebagai pusat komando dan pertahanan.

Jenderal MacArthur kabarnya dulu pernah tinggal di pulau ini. Memang ada jejak peninggalan berupa gua yang digunakan sebagai pusat komando, serta tempat pendaratan Amphibi. Pulau Zum-zum ini disebut pula sebagai Pulau MacArthur, monumen sang jenderal pun dibangun di pulau.


Lubang ini dahulu menjadi tempat persembunyian Jenderal MacArthur (Fanny Kristiadhi/ACI)

Selain tentara AS, jejak peninggalan Jepang juga bisa dilihat di Pulau Zum-zum. Konon pulau itu pernah juga menjadi lokasi persembunyian tentara Jepang. Gua pertahanan Jepang yang masih ada bisa menjadi bukti sejarah.

Traveler yang berkunjung ke Pulau Zum-zum bisa berkeliling menelusuri bangunan-bangunan peninggalan AS serta Jepang yang masih ada di sana. Berbagai tempat persembunyian alami seperti hutan rawa mangrove bahkan perkebunan mungkin juga masih bersisa, sehingga kalau mau berkunjung sebaiknya bersama pemandu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Setelah menjelajahi Pulau Zum-zum, wisatawan bisa lanjut menikmati keindahan pantai dan laut sekitar Morotai yang indah. Bawah lautnya pun menampilkan pesona yang bisa dinikmati sambil snorkeling dan diving.

Panorama pantai di Morotai (Fanny Kristiadhi /ACI)

(krn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA